Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:06 WIB | Kamis, 03 Januari 2019

KPU: Informasi 70 Juta Surat Suara Dicoblos di Tanjung Priok Hoaks

Ilustrasi. Ketua KPU Arief Budiman (tengah) didampingi Komisioner KPU dan Bawaslu menyampaikan keterangan pers seusai melakukan pengecekan terkait informasi tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (3/1/2019). Ketua KPU menegaskan kabar tersebut tidak benar dan akan memproses secara hukum pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut. (Foto: Antaranews.com/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, SATHARAPAN.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan, informasi tentang tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos yang ditemukan di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (2/1) bohong, setelah pihaknya melakukan pengecekan ke Kantor Bea dan Cukai setempat.

"Kami telah melakukan pengecekan isu surat suara dalam tujuh kontainer yang masing-masing berisi 10 juta surat suara yang informasinya sudah dicoblos untuk nomor 01. KPU memastikan hal itu adalah berita bohong," kata Ketua KPU Arief Budiman usai melakukan pertemuan dengan pihak Bea dan Cukai Tanjung Priok, Rabu (2/1) malam.

KPU bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan pihak terkait lainnya, langsung melakukan pengecekan setelah mendapatkan informasi penemuan surat suara. Hasilnya mereka tidak menemukan apa yang telah menjadi pembicaraan masyarakat tersebut.

Arief menjelaskan untuk surat suara sendiri hingga saat ini belum dicetak, karena masih menjalani beberapa tahapan. Untuk itu pihaknya sangat menyesalkan adanya infomasi terkait dengan penemuan tujuh kontainer surat suara dan informasinya bahkan sudah dicoblos untuk nomor 01.

Apa yang disampaikan oleh Arief Budiman dibenarkan oleh Komisioner KPU Hasyim Asyari. Menurut dia, proses pengadaan surat suara baru berjalan. Dengan demikian bisa dipastikan surat suara belum dicetak.

"Hari Jumat 4 Januari nanti ada undangan validasi kepada dua calon dan pengurus DPP partai politik untuk validasi surat suara. Artinya, pengadaan belum berjalan. Kalau sudah ada kabar barang cetakan itu mengesankan diam-diam siapa tahu KPU sudah mencetak. Kami pastikan KPU belum mencetak," katanya saat dikonfirmasi. (Antaranews.com)

TOA
Bank Central Asia
Zuri Hotel
Back to Home