Google+
Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Reporter Satuharapan 20:27 WIB | Senin, 26 November 2018

Kupang Targetkan 30.000 Warga Rekaman KTP Desember 2018

Ilustrasi perekaman KTP elektronik (e-KTP). (Foto: Dok. satuharapan.com)

KUPANG, SATUHARAPAN.COM - Sekitar 30.000 warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, wajib KTP, sampai saat ini belum melakukan perekaman data untuk pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E).

"Masih sekitar 30.000 warga Kota Kupang belum melakukan perekaman data KTP Elektronik" kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Kota Kupang, David M Manggi di Kupang, Jumat, (23/11).

Dia mengatakan berbagai upaya sedang dilakukan seperti perekaman langsung ke kecamatan sehingga lebih banyak warga melakukan perekaman.

David mengatakan, perekaman langsung di kecamatan sangat efektif dalam mengurangi jumlah warga Kota Kupang yang belum melakukan perekaman data KTP-E.

"Perekaman langsung di kecamatan sangat efektif karena mengurangi jumlah warga yang belum melakukan perekaman serta menekan biaya bagi warga apabila harus mendatangi Kantor Disdukcapil untuk melakukan perekaman," tegasnya.

Ia mengatakan, pemerintah Kota Kupang terus mendorong masyarakat agar melakukan perekaman data KTP-E karena memiliki manfaat untuk kebutuhan pelayanan publik maupun menjelang pemilihan legislatif dan presiden 2019.

David menjelaskan, berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, jumlah penduduk Kota Kupang yang belum melakukan perekaman data KTP-E sebanyak 63.000 orang.

Namun ia menambahkan, setelah dilakukan pendataan di kelurahan-kelurahan hanya terdapat 30.000 orang yang belum melakukan perekaman, sedangkan 33.000 orang lainnya tambah David, telah memiliki KTP dan pindah tempat domisili maupun meninggal dunia.

"Puluhan ribu warga Kota Kupang ini tidak terdeteksi ketika sistem pencetakan KTP berbasis online mulai dilaksanakan. Banyak yang sudah pindah ke luar NTT, sehingga kami akan fokus melakukan perekaman terhadap 30.000 warga hingga Desember 2018," kata David. (AntaraNews)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home