Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Bayu Probo 17:19 WIB | Jumat, 14 Februari 2014

Langkah Konkret Diterapkan Pulihkan Citra Pariwisata Sinabung

Pasangan yang menikah di tengah lokasi pengungsian di Sinabung. (Foto: dok)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Langkah konkret diterapkan untuk memulihkan citra pariwisata di Sumatera Utara (Sumut) secara keseluruhan pascabencana erupsi Gunung Sinabung, kata pejabat Kemenparekraf Tazbir.

"Kami sudah berkoordinasi dengan industri pariwisata termasuk Asita dan PHRI setempat untuk menetapkan langkah konkret dalam waktu dekat ini," kata Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Tazbir di Jakarta, Jumat (14/2).

Salah satu yang akan dilakukan yakni melakukan familiarization trip (fam trip) baik bagi media asing maupun media lokal.

Untuk media asing, jurnalis yang akan diundang terutama dari Singapura maupun Malaysia sebagai negara fokus pasar utama Sumatera Utara (Sumut).

"Sektor pariwisata Sumut sedikit mengalami penurunan pascaerupsi Sinabung sebenarnya lebih karena informasi yang simpang siur sehingga perlu bagi kita untuk memberikan kejelasan yang pasti dan jaminan keamanan untuk wisatawan," katanya.

Pihaknya sendiri terus memantau perkembangan kondisi Sinabung, misalnya melalui Dinas Pariwisata dan Akademi Pariwisata Medan yang terus memberikan dukungan terhadap para pengungsi.

Tazbir mencontohkan, banyak mahasiswa Akpar Medan yang diterjunkan ke lokasi-lokasi pengungsian termasuk di dapur-dapur umum untuk membantu kebutuhan logistik para pengungsi.

Ia sendiri menilai pariwisata di Sumut tidak mengalami penurunan yang signifikan namun tidak adanya informasi tentang kondisi riil yang up date menyebabkan calon wisatawan penuh tanda tanya untuk berlibur ke Medan dan sekitarnya.

"Oleh karena itu, kita akan coba update. Kita pantau sampai saat ini semua ok hanya tamu berkurang karena ketidaktahuan mereka tentang kondisi Sinabung," katanya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pusdatin Kemenparekraf menunjukkan kunjungan wisman melalui pintu masuk Bandara Kualanamu Medan pada tiga bulan pertama yakni Januari, Februari, dan Maret 2013 atau low seasons masing-masing sebanyak 14.405, 16.419, dan 17.932 orang.

Sementara pada April 2013 menunjukkan tren sedikit menurun sebesar 15.011 orang, kemudian memasuki high season Mei dan Juni naik kembali masing-masing sebanyak 20.659 dan 20.729 orang.

Puncak kunjungan wisman melalui Kualanamu terjadi pada November dan Desember 2013 sebesar 24.784 dan 27.948 orang atau dua kali lipat lebih besar dibanding saat low seasons pada Januari 2013.

Tercatat, sepanjang tahun 2013 jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 8.802.129  orang atau mengalami pertumbuhan sebesar 9,42 persen dibandingkan tahun 2012 sebesar 8.044.462 orang.

Sedangkan perolehan devisa pariwisata 2013 sebesar 10 miliar dolar AS atau meningkat 10,23 persen.

Meningkatnya kunjungan wisman 2013 antara lain karena makin mudahnya aksesibilitas ke destinasi pariwisata.

Ia mencontohkan, saat ini konektivitas penerbangan langsung dari negara-negara sumber wisman ke destinasi unggulan di Indonesia, antara lain Danau Toba Sumut, maupun adanya fasilitas bandara baru seperti Kualanamu Medan makin bertambah sehingga banyak maskapai penerbangan internasional membuka jalur baru atau menambah frekuensi penerbangan ke Kualanamu. (Ant)

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home