Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 21:08 WIB | Senin, 02 Juli 2018

Larangan Turis Indonesia ke Israel Dicabut, Pariwisata Mesir Ikut Terdongkrak

Ilustrasi. Yerusalem, salah satu tujuan wisata ziarah wisatawan Indonesia. (Foto: The Unz Review)

KAIRO, SATUHARAPAN.COM – Larangan kunjungan wisata Warga Negara Indonesia (WNI) ke Israel akhirnya dicabut oleh pemerintah setempat. Pernyataan pencabutan larangan kunjungan WNI tersebut menyusul langkah Pemerintah Indonesia yang lebih dulu mengakhiri pembatasan visa bagi warga negara Israel.

Pernyataan pencabutan travel banned disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri  Israel, Emmanuel Nahson, dalam akun twitternya, Rabu (27/6/2018) waktu setempat. Dalam cuitannya, Nahson berkata pembatasan terhadap wisatawan Indonesia telah dicabut, bersamaan dengan pencabutan pembatasan Indonesia terhadap wisatawan Israel dan dia menganggap ini sebagai kabar baik.

Rute wisata religi WNI ke Israel sebagian besar tergabung dalam paket wisata Mesir. Duta Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzy, mengungkapkan, dibukanya kembali jalur wisata Indonesia menuju Israel akan berdampak terhadap peningkatan wisatawan asal tanah air ke Mesir. Kondisi ini diharapkan dapat memberikan respons balik untuk peningkatan wisatawan Mesir ke tanah air.

“Tentu akan sangat positif bagi Mesir karena banyak turis Indonesia ke Israel melalui pintu Mesir, saya melihat ini akan berdampak positif bagi pariwisata Mesir. Tentu kita juga berharap wisatawan Mesir juga dapat lebih banyak ke Indonesia,” ujar Helmy di Kairo, Kamis (28/6/2018) malam waktu setempat.

Indonesia sebelumnya membatasi visa bagi warga Israel sebagai protes atas tewasnya 110 warga Palestina oleh tembakan yang dilepaskan tentara Israel saat aksi demonstrasi Great March Return yang berakhir bentrok di Gaza.

Sebagai tindakan balasan, Israel mengumumkan larangan bagi wisatawan Indonesia masuk ke wilayahnya pada 9 Juni lalu dan kemudian ditunda hingga 26 Juni 2018. Keputusan itu pada akhirnya menuai protes dari kalangan pelaku industri Israel karena dianggap membahayakan industri pariwisata mereka.

Seperti dilansir Times of Israel, sekitar 30.000 warga Indonesia mengunjungi negara itu setiap tahunnya dengan rata-rata menginap hingga lima hari. (rri.co.id)

 

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home