Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 05:42 WIB | Jumat, 14 Agustus 2020

Lebanon Condong dengan Prancis untuk Bangun Kembali Pelabukan Yang Hancur

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan Menteri Luar Negeri, Jean-Yves Le Drian, mengunjungi lokasi ledakan di Pelabuhan Beirut, pada Kamis (6/8/2020). (Foto: dok. AFP)

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM-Lebanon condoung untuk menerima tawaran Prancis untuk membangun kembali Pelabuhan Beirut yang dihancurkan akibat ledakan, setelah datang tawaran dari Qatar, Turki, China dan lainnya, menurut sumber resmi yang mengetahui masalah tersebut.

Seorang pejabat tinggi Amerika Serikat tiba di Beirut pada Kamis malam dan pejabat Lebanon sebelumnya mengatakan bahwa demarkasi perbatasan dengan Israel akan menjadi titik pusat diskusi. Namun Wakil Menteri Urusan Politik Amerika Serikat, David Hale, juga diperkirakan akan membahas rekonstruksi pelabuhan Beirut yang hancur, dua sumber resmi Lebanon mengatakan kepada Al Arabiya.

Pelabuhan Beirut hancur akibat ledakan hari Selasa, 4 Agustus yang mengguncang ibu kota Lebanon dan menghancurkan gedung-gedung bermil-mil jauhnya.

Pelabuhan utama Lebanon lainnya, Pelabuhan Tripoli, saat ini bertindak sebagai pelabuhan utama negara itu setelah ledakan. Ada pelabuhan lain yang lebih kecil di Lebanon selatan.

Setelah ledakan, beberapa negara menawarkan jasa untuk membangun kembali pelabuhan Beirut, termasuk Prancis, China, Turki, dan Qatar.

Sumber resmi di Lebanon mengatakan bahwa Prancis siap untuk melakukan upaya rekonstruksi. "Kami berharap ini akan dibahas selama kunjungan Hale pada hari Jumat," kata sumber Kepresidenan Lebanon.

Qatar dan Turki, rival sengit negara-negara Arab dan Teluk, dan hubungan China yang memburuk dengan Washington mendorong Lebanon untuk mengadopsi proposal Prancis, yang berpotensi bekerja sama dengan Uni Emirat Arab.

“Untuk saat ini, konsensus di Lebanon, dan kepentingan terbaik kami adalah dengan Prancis. Jika kita memilih Prancis, AS tidak akan dihasut. Dan jika kita dengan China, AS akan melanjutkan kampanye tekanannya terhadap Lebanon. Dengan Turki dan Qatar, hubungan mereka dengan Ikhwanul Muslimin dan persaingan Arab tidak akan membantu Lebanon sama sekali,” kata sumber kedua yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah tersebut.

“Taruhan terbaik Lebanon adalah melakukan dengan Prancis; tidak ada yang akan merasa bahwa kami memihak mereka,” tambah sumber kedua.

Editor : Sabar Subekti

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home