Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 14:15 WIB | Minggu, 02 Juli 2017

Leonardo DiCaprio Puji Pelarangan Jaring Pembunuh Pesut

Vaquita (Phocoena sinus) ikan pesut Teluk California utara. (Foto: AP/Greenpeace)

MEKSIKO, SATUHARAPAN.COM - Aktor Hollywood Leonardo DiCaprio memuji kebijakan Pemerintah Meksiko melarang penangkapan ikan menggunakan jaring insang di bagian utara Teluk California sebagai upaya menyelamatkan pesut (lumba-lumba) dari ancaman kepunahan akibat pembunuhan.

Melalui akun Twitter, pemeran utama film "Titanic" tersebut memuji bahwa kebijakan permanen dari Pemerintah Meksiko itu sebagai "berita besar" dan berterima kasih kepada Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto dan Dana Suaka Margasatwa Dunian untuk Alam (World Wildlife Fund for Nature/WWF).

"Berita besar karena larangan permanen terhadap jaring insang telah dibuat resmi," catat diCaprio melalui akun twitter.com/@leodicaprio pada Sabtu (1/7).

Pesut pendek berhidung pesek itu selama ini banyak yang mati karena pemakaian jaring insang untuk menangkap udang dan totoaba, yang disukai di Asia. Jaring sejenis juga mengakibatkan pesut terbunuh.

Meksiko resmi melarang penangkapan ikan menggunakan jaring insang mulai Jumat (30/6). Sebelumnya, pada Rabu (7/6) Meksiko meluncurkan rencana bersama DiCaprio untuk melindungi vaquita sebutan mamalia laut mungil tersebut.

Jaring insang itu menggunakan rancangan seukuran jala biasa sehingga ikan dapat terjebak di dalamnya, termasuk memerangkap kepala pesut pendek dan merusak insang hingga dapat membunuhnya.

Pemerintah Meksiko menyatakan mengeluarkan larangan permanen menggunakan jaring insang di Teluk California utara, tempat beberapa pesut pendek masih tersisa.

Yayasan DiCaprio pada awal Juni 2016 memperkirakan bahwa hanya kurang dari 30 pesut jenis itu tersisa di alam bebas.

Jorge Rickards, CEO WWF-Meksiko mengatakan bahwa kebijakan jaring insang ini menjadi langkah maju yang fantastis dan menggembirakan dalam upaya menyelamatkan vaquita, asalkan larangan tersebut sepenuhnya ditegakkan dan disertai alternatif bagi nelayan.

"Hari ini bisa menandai titik balik mamalia laut yang paling terancam di dunia, karena larangan permanen pada gillnets ini menghapus satu-satunya ancaman yang diketahui pada vaquita," kata Jorge Rickards pada Jumat (30/6) dalam sebuah pernyataan merespons kebijakan tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa pemerintah Meksiko telah berkomitmen mengembangkan peralatan dan teknik penangkapan ikan baru yang memungkinkan nelayan lokal melakukan kegiatan perikanan yang legal dan berkelanjutan dan aman bagi pesut. (antaranews.com/Reuters/panda.org)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

Back to Home