Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Melki Pangaribuan 17:08 WIB | Kamis, 06 Agustus 2020

Lomba Tebak Busana Adat Presiden Ibu Negara di HUT ke-75 RI

Para pejabat mengepalkan tangan bersama usai menyampaikan konferensi pers terkait Peringatan HUT ke-75 RI di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Kamis (6/8). (Foto: BPMI/Setkab).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Sejak beberapa tahun terakhir, pelaksanaan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka diwarnai dengan busana-busana Nusantara yang dikenakan para tamu undangan.

Tak terkecuali Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana yang selalu mengenakan busana adat yang berbeda di tiap tahunnya.

Bahkan, busana apa yang nantinya akan dikenakan Presiden dan Ibu Negara menjadi sebuah pertanyaan tersendiri sebelum pelaksanaan peringatan HUT Republik Indonesia tiap tahunnya. Tak jarang, masyarakat menerka-nerka apa yang akan dikenakan Presiden dan Ibu Negara.

“Salah satu yang paling menarik kalau kita menanti peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI di Istana itu adalah kehadiran Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara, mereka akan pakai busana nasional apa? Saya pribadi seringnya salah kalau menebak-nebak,” ujar Imam Priyono, moderator dalam acara Konferensi Pers Terkait Peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia yang digelar di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Kamis (6/8).

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, tak memungkiri bahwa hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Untuk itu, panitia penyelenggara menggelar lomba untuk menebak busana adat apa yang nantinya akan dikenakan Presiden dan Ibu Negara pada 17 Agustus 2020 mendatang.

“Ini mungkin daya tarik tersendiri bagi pemirsa. Masyarakat bisa menebak saat itu Pak Presiden dan Ibu Negara mengenakan pakaian apa. Nanti bisa mendaftar dan menebak itu kemudian disampaikan ke website panitia yang resmi,” ujarnya.

Nantinya lima pendaftar yang lebih dulu dapat menyebutkan dengan tepat akan memperoleh hadiah yang telah disiapkan. Masyarakat dapat mengikuti lomba ini dengan mengirimkan jawabannya ke laman resmi yang akan disiapkan dalam satu bagian di alamat https://hutri75.kemenparekraf.go.id.

“Dikirimkan ke website hutri75.kemenparekraf.go.id. Lima pemenang pertama yang menyebutkan dengan tepat itu yang akan diberikan hadiah. Hadiahnya masih rahasia dulu ya,” ujar Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani dalam kesempatan yang sama.

Rangkaian Acara Peringatan HUT ke-75 RI

Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara telah menggaungkan nuansa Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia ke berbagai pemerintah daerah dan kementerian/lembaga sejak bulan Juli.

Memasuki bulan Agustus, kemeriahan, nuansa, dan aura kemerdekaan pun semakin bertambah dengan berbagai kegiatan kenegaraan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono dalam acara Konferensi Pers Terkait Peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia yang digelar di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Kamis (6/8).

“Memasuki bulan Agustus ada beberapa kegiatan kenegaraan, mulai dari tanggal 13, 14, 15, dan 17, di mana nanti tanggal 13 ada kegiatan acara di Istana mungkin memberi penganugerahan tanda jasa. Lantas sebagaimana kita ketahui tahun-tahun lalu ada Paskibraka, nanti kita tetap kukuhkan tetapi di sini agak sedikit berbeda,” jelas Heru.

Pengukuhan Paskibraka tahun ini hanya akan diikuti oleh delapan orang Paskibraka yang telah terpilih pada tahun 2019 lalu. Seperti diketahui, seleksi Paskibraka tahun ini ditiadakan sebagai bagian dari protokol pencegahan penyebaran pandemi Covid-19.

“Bapak Presiden akan mengukuhkan anak-anak muda kita yang delapan orang, selanjutnya yang mewakili tingkat provinsi itu akan dilakukan pengukuhan via video conference. Sehingga generasi muda tetap bisa memberikan apresiasinya melalui Paskibra yang akan nanti dilanjutkan dengan mereka bertugas pada tanggal 17 Agustus baik itu penaikan maupun penurunan bendera,” jelasnya.

Setelah itu, pada tanggal 14 Agustus 2020, Presiden Joko Widodo dijadwalkan untuk menyampaikan pidato kenegaraan di MPR/DPR. Kasetpres menegaskan bahwa panitia bersama dengan MPR/DPR akan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

“Mungkin minimalis. Ruangannya dari total 100 persen, harus (diisi hanya) 50 persen. Itulah menjadi tantangan bagi kami kita semuanya untuk bisa menghadapi ini, bekerja produktif tetapi semua pesan kegiatan tersampaikan,” imbuhnya.

Untuk acara puncak pada tanggal 17 Agustus 2020, Kasetpres menjelaskan bahwa panitia yang terdiri atas berbagai kementerian akan bersinergi untuk memberikan nuansa HUT ke-75 RI tetap berlangsung secara meriah. Berbagai acara baik berupa hiburan maupun edukasi kepada masyarakat, akan disiarkan melalui televisi sebelum upacara peringatan detik-detik proklamasi dimulai.

“Prosesnya adalah penaikan bendera tetap kami lakukan. Kami memutuskan di Istana sangat minimalis, artinya pengibar bendera dari Paskribraka hanya 3 orang, ditambah mungkin cadangan. Pasukan yang ada selama ini, tahun lalu cukup penuh di lapangan Istana, maka (tahun ini) setiap perwakilan matra itu hanya ada 5 orang,” ungkapnya.

Terkait dengan undangan, Kasetpres menjelaskan bahwa meski secara fisik tidak mengundang, tetapi masyarakat bisa mengikuti acara di Istana secara virtual. Demikian juga dengan para pejabat dan undangan VVIP yang boleh hadir melalui konferensi video.

“Tahun lalu kami mengundang masyarakat di Istana bisa hadir secara fisik. Tahun ini kami siapkan undangan bagi masyarakat sebanyak 17.845 undangan untuk seluruh warga yang ingin menyaksikan langsung dari media elektronik,” jelasnya.

Kemeriahan HUT ke-75 RI juga akan ditambah dengan adanya lomba-lomba yang telah disiapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Kementerian BUMN. Kasetpres berharap, kondisi pandemi Covid-19 tidak lantas menjadi hambatan untuk berkreasi.

“Jadi nuansa ini kita berkreasi, bukan menjadi hambatan kondisi new normal ini, tetapi marilah kita kreatif untuk menghadapi ini semua. Ini kan tidak bisa kita tolak, tetapi harus kita hadapi, tentunya dengan semangat kita, dengan IT yang ada. Jadi kami tetap melaksanakan upacara di Istana dan undangan yang hadir secara fisik di Istana sangat sangat terbatas,” tandasnya. (BPMI/Setkab)

 

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home