Google+
Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:16 WIB | Rabu, 27 Februari 2019

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading - Velodrome Beroperasi Maret 2019

Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta, dengan rute Kelapa Gading - Velodrome akan segera beroperasi pada bulan Maret 2019 menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi,saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Minggu (24/2), (Foto: dephub.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM –Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta, dengan rute Kelapa Gading - Velodrome akan segera beroperasi pada bulan Maret 2019.

“Insyaallah akhir Maret selesai. Karena bagian signal dan depo itu yang belum selesai. Akhir Maret baru dioperasikan. Tidak ada kendala lain. Jadi kita tunggu konstruksi berkaitan dengan signal dan depo selesai,” kata Menhub Budi Kaya Sumadi, saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Minggu (24/2), yang dilansir situs resmi dephub.go.id.

Saat ini progres pembangunan LRT Jakarta per 21 Februari kemarin secara keseluruhan sudah mencapai 99,4 persen.

Lebih lanjut dijelaskan Menhub, terkait hal-hal yang belum selesai pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kontraktor PT Jakpro, untuk selanjutnya akan segera dilakukan sertifikasi guna memastikan keselamatan dan keamanan pengoperasian LRT ini nantinya.

“Tim saya sudah berkoordinasi dengan developernya, itu selesainya kira-kira pertengahan Maret setelah itu kita sertifikasi. Sertifikasi sekitar 1 - 2 minggu selesai,” katanya.

Terkait tarif LRT Kelapa Gading-Velodrome, Menhub menyebut nantinya akan ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Banyak manfaat yang akan diperoleh dengan beroperasinya LRT Jakarta ini. Di antaranya yaitu menjadi solusi mengurangi kemacetan di Jakarta, sebagai modal shifting atau moda pilihan selain kendaraan pribadi, meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, dan menjadi moda transportasi yang ramah lingkungan. Terlebih lagi LRT ini nantinya juga akan terintegrasi dengan moda transportasi Transjakarta.

Oleh karena itu, Menhub mengajak masyarakat untuk berubah dari menggunakan angkutan pribadi ke angkutan massal.

“Masyarakat memang harus diubah pola berkendaraannya, dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum. Ini butuh suatu culture yang mau berkorban mesti jalan sekian meter, harus dilakukan angkutan massal yang lain itu menjadi konsekuensi. Angkutan massal adalah suatu keniscayaan suatu kota besar, tidak mungkin kota besar itu tanpa angkutan massal,” katanya.

Kereta LRT Jakarta ini, memiliki panjang lintasan sekitar 5,7 km dari Kelapa Gading - Velodrome, melewati 6 (enam) stasiun elevated/layang, yaitu Mal Kelapa Gading, Stasiun Kelapa Gading Boulevard, Stasiun Pulomas, Stasiun Pacuan Kuda, Stasiun Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur dan 1 buah Depo LRT.

Pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading – Velodrome,  dibiayai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai kontraktor pembangunan, sekaligus nantinya akan menjadi operator LRT rute Kelapa Gading - Velodrome.

Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, telah melakukan pengujian sarana LRT Jakarta terhadap 8 trainset (16 sarana/kereta) yang akan dioperasikan. Dari 8 trainset tersebut, 4 trainset telah terbit sertifikat pengujian oleh Ditjen Perkeretaapian dan 4 trainset lainnya dalam proses penerbitan.

Berdasarkan timeline dari Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, pada 4 Maret 2019, Ditjen Perkeretaapian akan melakukan safety assesment atau penilaian aspek keselamatan tahap 2. Lalu pada 11 Maret 2019, PT Jakarta Propertindo selaku pelaksana proyek melakukan proses izin usaha, izin operasi, PSO, penetapan tarif, dan permohonan operasi ke Gubernur DKI Jakarta. Jika proses tersebut berjalan lancar, LRT sudah bisa dioperasikan secara komersial pada 18 Maret 2019.

 

Back to Home