Loading...
INDONESIA
Penulis: Sabar Subekti 08:51 WIB | Rabu, 24 Juni 2020

Luhut: Timah Bangka Belitung Diminati Dunia

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Kemenko Kemaritiman dan Investasi)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut timah di Bangka Belitung mengandung material "rare earth" atau logam tanah jarang yang kini jadi incaran dunia.

Hal itu disampaikan Luhut dalam Webinar Nasional terkait Peran Aktif Pemerintah Daerah dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta, hari Selasa (23/6).

Potensi itu menempatkan Provinsi Bangka Belitung sebagai wilayah kaya dan harus bisa memanfaatkan semaksimal mungkin bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakatnya.

"Timah yang di Bangka, baru kemarin saya bicara di parlemen, itu mengandung rare earth. Rare earth itu sekarang bisa diekstrak dari timah. Nah, rare earth ini sekarang jadi incaran dunia. Jadi saya kira, Pak Gubernur, daerah anda itu kaya. Sekarang bagaimana memanfaatkan ini, fasilitas online ini," kata Luhut.

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, bercerita tentang upaya pemerintah setempat yang tengah mendorong pengembangan hilirisasi timah. Ia menjelaskan daerahnya yang dikenal sebagai penghasil timah memang masih terus mengembangkan produk pertambangan tersebut.

"Namun, ini sangat berhubungan sekali dengan kekuatan dari Jakarta, terutama soal kebijakan timah tidak lagi diekspor berupa balok tapi sudah harus dihilirisasi, dibuat berupa solder, berupa bubuk dan sebagainya... Tahun ini hilirisasi sudah dapat kita jalankan," kata Erzaldi.

Kendati sudah bisa melakukan hilirisasi, Erzaldi mengatakan hilirisasi timah itu tidak dilakukan oleh PT Timah. Hilirisasi produk timah itu digarap melalui kerja sama perusahaan asal China dan perusahaan lokal "Ini kerja sana perusahaan dari China dengan perusahaan lokal yang kita minta kerja sama sehingga ada produk hilirisasi timah yang akan diproduksi Bangka Belitung," katanya. (Ant)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home