Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 10:27 WIB | Sabtu, 21 April 2018

Lukman Hakim Jawab Tantangan Terberat Jadi Menteri Agama

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Dok satuharapan.com/kemenag.go.id)

SEMARANG, SATUHARAPAN.COM – “Apa hal tersulit selama menjadi menteri agama?”

Pertanyaan itu meluncur dari mulut seorang mahasiswa UIN Walisongo Semarang, ditujukan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, saat Menag menjadi pembicara pada acara Ngaji Kebangsaan “Mengasah Jadi Diri Indonesia” di Auditorium Kampus III UIN Walisongo Semarang, Jumat (20/4/2018). Ngaji Kebangsaan itu mengangkat isu memudarnya makna sejati dari ajaran Islam rahmatan lil alamin. 

Menag Lukman mengatakan bukan sulitnya menjadi menteri, melainkan tantangan yang dihadapi sejak awal dipercaya sebagai menteri agama. “Tantangan terbesar yaitu bagaimana kita tetap mampu menjaga dan merawat paham dan pengamalan ajaran agama untuk senantiasa berada pada jalur moderasi,” kata Menag Lukman, seperti dilansir itus resmi kemenag.go.id.

Menag menjelaskan, saat ini, hampir seluruh program Kemenag mempunyai keterkaitan dengan moderasi agama. “Jangan kita memiliki paham dan bentuk pengamalan agama yang ekstrem. Moderasi itu adalah mengajak mereka yang ekstrem, baik terlalu liberal maupun konservatif, kembali ke tengah,” Menag berpesan kepada mahasiswa.

Turut hadir dalam gelaran Ngaji Kebangsaan di UIN Walisongo itu Kakankemenag se Jawa Tengah, perwakilan Pemprov Jateng, Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda dan segenap civitas academica UIN Walisongo Semarang.

Lewat Ngaji Kebangsaan, Menag mengajak keluarga besar UIN Walisongo untuk terus mengenali apa itu Indonesia agar tidak lupa dengan jati diri bangsa. “Saya tekankan, bagaimana bangsa sebesar Indonesia ini dengan karateristik geografisnya yang luas dan beragam itu tetap menempatkan agama pada tempat yang strategis dan khas. Inilah yang sulit didapatkan di belahan negara mana pun di dunia. Semua ini harus kita syukuri dengan menjaga dan merawat nilai kebangsaan serta mengamalkan ajaran agama dan akidah demi menjaga kerukunan dan kedamaian,” Menag menegaskan.

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home