Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Melki Pangaribuan 18:30 WIB | Jumat, 17 Agustus 2018

Makna dan Harapan Siswa-Guru SPK PENABUR di HUT ke-73 RI

Makna dan Harapan Siswa-Guru SPK PENABUR di HUT ke-73 RI
Wakil Kepala SMP bidang Kurikulum Andriani Tanuwijaya (kiri) saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan utama SPK PENABUR Kelapa Gading Jakarta, Jumat (17/8). (Foto-foto: Melki Pangaribuan)
Makna dan Harapan Siswa-Guru SPK PENABUR di HUT ke-73 RI
Kezia Tanesha (17) siswi kelas 12 IPA Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) PENABUR Kelapa Gading.
Makna dan Harapan Siswa-Guru SPK PENABUR di HUT ke-73 RI
Evert Hutabarat (13) siswa kelas 8B Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) PENABUR Kelapa Gading.
Makna dan Harapan Siswa-Guru SPK PENABUR di HUT ke-73 RI
Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan utama Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) PENABUR Kelapa Gading Jakarta, Jumat (17/8).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia sejumlah siswa-siswi dan guru di Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) PENABUR Kelapa Gading menyampaikan harapannya terhadap bangsa Indonesia.

Kezia Tanesha (17) siswi kelas 12 IPA, memaknai kemerdekaan Indonesia sebagai suatu hal yang sangat spesial karena sebagai seorang yang lahir di Indonesia dan juga tumbuh di negeri ini.

“Buat aku itu adalah suatu kebanggaan tersendiri karena sebuah kemerdekaan adalah di mana kita sudah bebas dari penjajahan dan juga aku merasa sangat bangga dan menghormati orang-orang pahlawan yang sudah berkorban untuk Kemerdekaan Indonesia,” kata Kezia Tanesha kepada satuharapan.com usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan utama SPK PENABUR Kelapa Gading Jakarta, Jumat (17/8).

Kezia berharap Indonesia semakin maju dan tidak terus terjadi inflasi, serta pendidikan semakin baik di seluruh Indonesia.

“Harapan aku, Indonesia bisa makin maju, jangan inflasi terus dan edukasinya juga makin bagus khususnya  buat sekolah-sekolah kita,” katanya.

Evert Hutabarat (13) siswa kelas 8B, memaknai kemerdekaan Indonesia dengan tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk memerdekakan Republik Indonesia.

“Makna kemerdekaan buatku, pada saat kita bebas dari para penjajah dan kita bebas untuk melakukan apapun yang kita mau. Tapi jangan lupain jasanya orang-orang yang sudah berjasa untuk membuat kita merdeka,” kata Evert Hutabarat yang saat itu bertugas sebagai fotografer.

Evert mengatakan hal yang membanggakan dari kemerdekaan Indonesia adalah para pejuang mengunakan bambu runcing sebagai senjata melawan penjajah.

“Kita bisa merdeka walaupun pada saat penjajahnya datang mereka sudah punya senjata, tapi kita  (pejuang kemerdekaan) masih pakai tombak gitu,” katanya.

Pada 17 Agustus 2018 sebanyak 512 peserta didik tingkat SMP dan SLTA beserta 80 guru mengikuti pengibaran bendera Merah Putih yang dimulai sekira pukul 07.15 WIB. Dalam kesempatan itu juga semua peserta upacara mengheningkan cipta bagi para pahlawan yang telah meninggal.

Pembacaan Pancasila dilakukan oleh inspektur upacara Wakil Kepala SMP bidang Kurikulum Andriani Tanuwijaya. Lalu diputarkan rekaman audio pembacaan Teks Proklamasi oleh Ir. Soekarno. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Para siswa-siswi juga turut menyanyikan lagu "Hari Merdeka".

Wakil Kepala SMP bidang Kurikulum Andriani Tanuwijaya, menyampaikan harapannya pada HUT ke-73 Kemerdekaan RI untuk seluruh peserta didik di Indonesia agar menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki hati yang sungguh-sungguh dan tulus mencintai Indonesia.

"Jadi mereka hidup di Indonesia ini tidak hanya menikmati segala fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. Mereka pun menyalurkan apa yang mereka punya bakat talenta semua mereka curahkan untuk Indonesia karena itu adalah bukti kita cinta dengan bangsa ini," kata Adriani Tanuwijaya kepada satuharapan.com seusai upacara.

Sementara itu untuk bangsa Indonesia, Andriani menyatakan harapannya di tengah segala gejolak yang terjadi di negeri Indonesia agar warga negaranya tetap bersatu padu membangun negeri ini.

"Saya harap kita tetap bersatu padu, siapapun kita - kita ini warga negara Indonesia - kita harus cinta dengan bangsa ini. Kita hidup lahir di Indonesia dan kita wajib sebagai warga negara Indonesia untuk membangun negara ini bersama-sama bukan memecah belah bangsa ini," katanya.

Bersama TNI AL dan US Navy

Setelah upacara peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, sejumlah siswa-siswi bermain permainan tradisional dan modern bersama dengan 20 prajurit dari Satuan Koarmada I TNI AL Gunung Sahari. Setelah itu acara dilanjutkan ke aula sekolah. Perayaan peringatan kemerdekaan ini dimeriahkan dengan penampilan Angklung dari siswa-siswi SLTA PENABUR Kelapa Gading yang menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka" dan "17 Agustus".

Kemudian penampilan band Badicoustik dari prajurit Korps Marinir TNI AL Cilandak yang membawakan lagu "Bendera" yang dipopulerkan band Coklat, lagu "Berkibarlah Bendera Negeriku"   dan "Kebyar-kebyar" yang dipopulerkan Gombloh, serta lagu "Zona Nyaman" yang dipopulerkan Fourtwnty (OST Filosofi Kopi 2). Para guru dan siswa yang diajak bernyanyi bersama sangat antusias ketika menyanyikan lagu "Syantik" yang dipopulerkan oleh Siti Badriah.

Hadir juga penampilan band dari prajurit Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) yang membawakan lagu "What Happened to Love” yang dipopulerkan Wyclef Jean, lagu “Superstition” yang dipopulerkan Stevie Wonder, lagu "Congratulations" yang dipopulerkan Post Malone - Quavo, dan beberapa lagu lainnya yang turut menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun 2018.

 

Zuri Hotel
Back to Home