Google+
Loading...
OPINI
Penulis: Adri Lazuardi 12:23 WIB | Selasa, 30 Oktober 2018

Mari Berani Berubah, Bangsaku

SATUHARAPAN.COM – Bangsa Indonesia sedang berduka. Kita semua sedang punya perasaan yang sama dengan 189 keluarga yang harus terpisah dari orang-orang yang mereka cintai, berpulang ke Sang Pencipta, melalui suatu peristiwa yang tidak pernah dibayangkan.

Pesawat terbang yang seharusnya membawa mereka kembali ke rumah, bertemu dan berjumpa dengan orang-orang yang mereka cintai, tidak pernah sampai pada tujuannya. Kita semua tercekat, sedih, dan sangat berduka.

Pada sisi lain, ternyata masih ada orang yang dengan tega, bahkan simpati pun tidak ada, apalagi empati, menulis dan menyebarluaskan berita bohong tentang peristiwa ini. Seakan-akan mereka bukan lagi umat manusia yang diciptakan dan dilahirkan ke bumi ini sebagai makhluk yang diberi akal dan budi oleh Sang Pencipta. Mereka mendegradasi diri yang sebenarnya makhluk ciptaan Sang Pencipta yang sempurna.

Kesedihan dan kedukaan ini adalah kenyataan yang harus kita hadapi. Kita hadapi situasi ini untuk terus-menerus melakukan pembenahan diri. Pembenahan manajemen transportasi yang sangat mendesak dilakukan agar selalu 'zero error'. Pembenahan perilaku diri kita sendiri untuk berani berubah dalam mentalitas menjadi manusia yang selalu penuh toleransi dan kepedulian yang sungguh-sungguh serta tulus.

Peduli dan Penuh Toleransi kepada Sesama

Peristiwa ini akan menjadi pengingat, betapa rapuh dan rentannya kita sebagai manusia. Selalu ada waktu dan keterbatasan. Karena itu kita diingatkan mau jadi apa kita kelak dan dikenang, sepenuhnya bergantung pada apa yang kita lakukan dalam sepanjang hidup yang diberikan.

Kita berempati dengan para keluarga. Sebagai bangsa mereka adalah keluarga kita sendiri. Kita bisa membantu mereka dalam lantunan doa kepada mereka, agar kesedihan, kepedihan, dan kedukaan mereka, bisa segera berlalu dalam perjalanan hari-hari yang akan mereka tapaki.

Sebagai bangsa, seyogianya kita terus belajar dalam meningkatkan “rasa” sebagai keluarga besar Bangsa Indonesia. Kita baru saja merayakan 90 tahun Sumpah Pemuda, yang mengingatkan kita sebagai Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Menjunjung Bahasa Persatuan Indonesia, sewajarnya dan seharusnya ini membuat kita, yang penuh keberagaman, menjadi satu kekuatan sebagai suatu bangsa yang hidup peduli dan penuh toleransi pada sesamanya.

 

Back to Home