Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 05:40 WIB | Sabtu, 03 November 2018

Mari Bertanya!

Bertanya-tanya (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – ”Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah” (Mrk. 12:34). Demikianlah tanggapan Yesus atas jawaban ahli Taurat itu. Dalam BIMK tertera: ”Engkau sudah hampir menjadi anggota umat Allah.” Ada pujian di sana.

Para ahli Taurat—sebagaimana dicatat para penulis Injil—sering bentrok dengan Yesus. Mereka acap menempatkan diri sebagai oposan. Apa saja yang dilakukan Yesus selalu dicari kesalahannya. Mereka juga berusaha menjatuhkan Guru dari Nazaret itu dengan berbagai pertanyaan jebakan.

Namun, ahli Taurat, yang dicatat dalam Markus 12:28-34, ini sungguh beda. Ia mengakui Yesus sebagai narasumber. Pengakuan itu sungguh signifikan—penting dan bermakna. Tanpa pengakuan itu, pertanyaan yang diajukan akan terkesan tidak tulus atau sekadar mengukur kepandaian orang.

Ahli Taurat itu, meski bergelar ”ahli” ternyata masih mau bertanya. Kenyataan ini patut diteladani. Banyak orang malu bertanya karena takut dianggap bodoh; dan akhirnya malah bodoh beneran. Dan berkait dengan pertanyaan, Andi Hakim Nasution, ahli statistik IPB itu, sering menyatakan: ”Yang seharusnya ditakutkan para ilmuwan bukanlah ketidakmampuan menjawab pertanyaan, tetapi ketidakmampuan mengajukan pertanyaan yang layak untuk dijawab.” Nggak bisa menjawab itu hal biasa; yang sungguh penting ialah kemampuan mengajukan pertanyaan yang layak untuk dijawab.  

Ahli Taurat itu tak malu bertanya. Pertanyaannya memang tidak mengada-ada. Dia juga tidak sedang menguji kepandaian Yesus. Dia memang tidak tahu. Yesus menjawab dengan mengutip Ulangan 6:4-5.

Dengan cepat orang tersebut merespons: ”Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu…” (Mrk. 12:32). Kemungkinan, ahli Taurat itu sudah menduga jawaban Yesus. Tetapi, dia sendiri merasa tak punya wewenang untuk mengatakannya sebagai hukum yang paling utama. Dia mengakui wewenang Yesus dan menyapa-Nya sebagai ”guru”. Dan ketika dia bertanya, dia pun mendapatkan jawabannya.

Mari bertanya!

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home