Google+
Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Dewasasri M Wardani 08:56 WIB | Rabu, 28 Juni 2017

Masyarakat Agar Pilih Bus Pariwisata Berstiker Uji Kelaikan

Ilustrasi. Bus harus berstiker uji kelaikan. (Foto: dephub.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Libur panjang Idul Fitri tahun 2017 banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata menggunakan bus. Untuk kenyamanan dan keselamatan bersama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan masyarakat agar menggunakan bus pariwisata yang telah diuji kelaikannya yang ditandai dengan stiker.

"Pilihlah bus pariwisata yang sudah dilakukan ramp check (uji kelaikan). Ciri-ciri bus yang laik jalan terdapat stiker berwarna biru dengan logo Perhubungan yang ditempel di kaca depan,” kata Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu (27/6), seperti dilansir situs dephub.go.id.

Imbauan tersebut diberikan, sebagai bagian dari sosialisasi Kementerian Perhubungan, mengingat masih adanya bus yang tidak lolos ramp check, dan masih ada juga yang belum melakukan ramp check, namun masih tetap dioperasikan.

"Berdasarkan hasil dari ramp check bus-bus antarkota antar provinsi (AKAP), antarkota dalam provinsi (AKDP), dan bus pariwisata yang kami lakukan, hasilnya sekitar 30 persen bus dinyatakan tidak layak dan kami minta kepada perusahaan bus tersebut untuk segera memperbaiki kekurangannya," kata Menhub Budi.

Sebelumnya Menhub juga mengatakan kepada perusahaan bus untuk tidak mengoperasikan busnya yang belum memiliki stiker. Menhub Budi juga telah meminta kepada kepala terminal dan petugas Dinas Perhubungan untuk melarang beroperasinya bus-bus yang tidak memiliki stiker. Selain itu, Kemenhub juga telah berkoordinasi dengan Kepolisian untuk menindak hukuman tilang kepada pengendara bus yang kedapatan mengendarai bus tanpa stiker uji laik.

Menhub Budi mengatakan, uji kelaikan kendaraan sangat penting dilakukan untuk menjaga dan memastikan bus yang digunakan masyarakat dalam kondisi yang laik.

"Tugas Kemenhub yang utama adalah menjaga aspek safety atau keselamatan baik itu keselamatan angkutan, juga keselamatan awak bus dan penumpangnya," katanya.

Editor : Sotyati

Back to Home