Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 09:11 WIB | Kamis, 22 Maret 2018

Mati, Badak Putih Jantan Terakhir di Dunia

Ilustrasi. Anggota Pasukan Kriket Maasai berpose dengan Sudan, satu-satunya badak putih jantan yang masih hidup saat itu, seusai bertanding dalam turnamen amal "Last Male Standing" di taman nasional Ol Pejeta Conservancy, Laikipia, Kenya, 14 Juni 2015. (Foto: Dok Voaindonesia.com).

KENYA, SATUHARAPAN.COM – Badak putih jantan, yang diketahui merupakan yang terakhir di dunia yang lahir di alam liar, telah mati.

Ol Pejeta Conservancy, organisasi yang peduli dengan pemeliharaan dan pelestarian badak di Kenya Tengah, mengatakan badak bernama “Sudan” yang berusia 45 tahun telah disuntik mati, Senin (19/3) setelah mengalami komplikasi yang memburuk terkait usia lanjut.

Sudan, yang menarik ribuan pengunjung, telah menjadi bagian dari upaya ambisius untuk menyelamatkan spesies itu dari kepunahan, dengan bantuan dua badak putih betina yang masih hidup.

Sudan sebelumnya menjadi penghuni Kebun Binatang Dver Kralove di Republik Ceko, sebelum dipindahkan ke Ol Pejeta Conservancy, sekitar 250 kilometer arah utara dari Nairobi. Di tempat itu Sudan dipelihara bersama dua badak betina terakhir dari spesies yang sama, Najin yang berusia 27 tahun, dan Fatu yang berusia 17 tahun.

Para pegiat konservasi telah mencoba berbagai cara untuk membuat badak putih itu kawin secara alami, tetapi gagal.

Taman Margasatwa Ol Pejeta mengatakan, telah mengambil dan menyimpan materi genetik Sudan yang kelak dapat digunakan untuk upaya reproduksi badak putih itu. Dikatakan, para ilmuwan juga mencari cara untuk melakukan fertilisasi in vitro atau inseminasi buatan. (voaindonesia.com)

Editor : Sotyati

Back to Home