Loading...
DUNIA
Penulis: Sotyati 12:17 WIB | Rabu, 01 Oktober 2014

Melaporkan Korupsi Lewat App Ponsel

Koordinator Proyek A4T Gerald Businge mendemonstrasikan cara kerja aplikasi ponsel pintar, untuk melaporkan kecurangan alokasi anggaran untuk pusat-pusat layanan kesehatan dan sekolah-sekolah negeri. (Foto: AFP/Isaac Kasamani)

KAMPALA, SATUHARAPAN.COM – Komunitas masyarakat Uganda di tiga distrik sedang menjalankan sebuah proyek bernama Through the Action for Transparency (A4T) Smartphone app. Melalui aplikasi ponsel pintar tersebut, siapa pun atas nama anonim bisa melaporkan alokasi anggaran untuk pusat-pusat layanan kesehatan dan sekolah-sekolah negeri yang tidak sampai ke tangan yang berhak.

Langkah-langkah menggunakan aplikasi itu tidak rumit. Melalui GPS yang ada dalam aplikasi A4T, user (pelapor) akan menerima lokasi sekolah atau pusat layanan kesehatan, termasuk jumlah staf pemerintahan atau institusi yang bekerja di sana. Bukan hanya itu, user juga akan menerima informasi jumlah anggaran yang disetujui dan uang sudah dikirimkan Pemerintah Uganda.

Apabila user sangat yakin uang negara tersebut sudah disalahgunakan, misalnya dilaporkan untuk membeli ambulana tetapi tidak ada realisasinya, mereka dengan mudah tinggal meng-klik tombol aplikasi A4T bergambar peluit, yang kemudian akan mengirimkan sebuah laporan instan ke website A4T serta laman Facebook mereka.

“Jika itu kasus kriminal, kami akan melaporkannya ke polisi. Tetapi, jika itu sebuah masalah yang membutuhkan pembelaan, akan dilaporkan ke menteri,” kata Moses Karatunga, Koordinator Transparansi Internasional (TI) Uganda kepada AFP, Senin (29/9).

Memerangi Korupsi

Karatunga menjelaskan, praktik korupsi di Uganda sudah sangat parah beberapa tahun terakhir. Untuk itu diperkenalkan aplikasi A4T, hasil kerja sama dengan Uganda Media Development Foundation (UMDF), African Center for Media Excellence (ACME), dan Fojo Media Institute, badan yang merupakan bagian dari Linnaeus University di Swedia.

“Mereka (yang korupsi) harus dipecat, apalagi muncul pula kekhawatiran laporan sudah dibuat tetapi tidak ada tindak lanjut. Maka itu, melalui apliaksi A4T kami ingin kasus-kasus ini dibawa ke pengadilan umum,“ kata Kepala Koordinator A4T, Gerald Businge.

Sedangkan lembaga Swedish International Development Agency (SIDA), yang mendanai proyek itu, dalam keterangan tertulisnya berharap, melalui A4T kesalahan pengelolaan uang bisa dicegah. Sebab ketika seseorang menyadari sedang diawasi, dia tidak akan terlalu menghambur-hamburkan uang. (DW/AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home