Loading...
INSPIRASI
Penulis: Esther GN Telaumbanua 01:00 WIB | Minggu, 03 Mei 2015

Memaknai Mukjizat dari Eksekusi Terpidana Bali Nine

Tuhan bekerja menurut rencana-Nya sendiri.
Dalam wewenang Allah (foto: inggaringtiyas gr)

SATUHARAPAN.COM – Menjelang detik-detik eksekusi terpidana mati kasus narkoba Bali nine,  saya melihat seseorang menangis tersedu-sedu saat diwawancara salah satu stasiun TV. Ia berada di lokasi itu sebagai bentuk solidaritas bagi para terpidana mati. Lelaki itu menggunakan kaos bertulisan ”Jesus”. Dia berkata, ”Karena telah memilih Yesus saya diselamatkan.”

Ia juga mengatakan, jangan gunakan narkoba karena narkoba akan menghancurkan hidup. Ia bersaksi, semestinya ia yang hidup dalam berbagai kejahatan berada dalam kelompok yang harus ditembak hari ini. ”Tetapi, hidup saya telah diselamatkan Yesus dan bisa berdiri di sini,” katanya sambil berurai air mata.

Bagi saya, ini sungguh sebuah mukjizat. Sebab rasanya, tidak mungkin ada orang yang secara gamblang bersaksi  saat diwawancara. Tidak ada yang mengetahui hal ini akan terjadi, tetapi dari mulutnya keluar nama Yesus. 

Bukankah mukjizat itu juga terjadi, ketika Andrew Chan, terpidana asal Australia itu bertobat dan melayani di LP hingga berhadapan dengan regu tembak? Pengalaman pertobatannya kiranya membawa manfaat bagi mereka yang saat ini menjadi penghuni LP. Saya berdoa, kiranya Tuhan mengampuni dosanya dan menyelamatkan jiwanya. 

Bukankah ini pula sebuah mukjizat, ketika dalam hitungan menit pemerintah Jokowi, yang dituduh diam seakan tak berhati, menunda eksekusi Mary Jane?  Seseorang  bernama Maria Christina di Filipina, tiba-tiba menyerahkan diri. Pengakuannya merupakan mukjizat bagi Mary Jane yang sudah bertahun dalam kepasrahan karena ketidakberdayaannya. Semoga ini menjadi novum baru yang akan memberikan takdir baru bagi Mary Jane, walau pasti mendatangkan hukuman bagi Maria sendiri. 
 

Kejadiaan-kejadian ini kiranya menyiratkan harapan dan buah nyata bagi upaya dan jerih solidaritas kemanusiaan dalam menyuarakan keadilan dan membongkar kasus-kasus perdagangan manusia (human trafficking) dan kejahatan sindikat narkoba.

Mukjizat Allah berlangsung dalam kehidupan kita, disadari atau tidak, diminta atau tidak. Namun, Tuhan bekerja menurut cara-Nya sendiri dalam menyatakan mujizat-Nya. Bukan dengan yang kita pikirkan, apalagi yang kita paksakan bagi-Nya. 

Pengalaman ini sungguh memberikan pencerahan bagi saya. Marilah tetap melayani dengan sungguh dan penuh ketulusan hati, terutama dalam menolong mereka yang tidak berdaya! Marilah terus memerangi kejahatan narkoba, kemiskinan dan bentuk-bentuk ketidakadilan dalam kehidupan ini! Kiranya kita dimampukan untuk  hidup berguna dan memuliakan Tuhan dalam hidup kita. Niscaya, mukjizat-mukjizat Tuhan itu nyata.

 

Editor: ymindrasmoro

Email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home