Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 10:37 WIB | Kamis, 27 Desember 2018

Menag Beri Harmoni Award kepada Tokoh Agama dan Gubernur Kaltara

Ilustrasi. Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. (Foto: Kabar One)

TANJUNG SELOR, SATUHARAPAN.COM – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh agama di Kalimantan Utara atas jasa mereka dalam merawat kerukunan. Penghargaan yang diserahkan bersamaan Dialog Agama dan Kebangsaan ini bertajuk “Harmoni Award”.

Penghargaan juga diberikan Menag Lukman kepada Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. Penghargaan diberikan atas program dan kebijakan Gubernur dalam menjaga kerukunan umat beragama melalui pemberian bantuan kepada FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan lembaga-lembaga kagamaan di Kalimantan Utara.

“Apresiasi kami sampaikan kepada para tokoh agama atas kiprah mereka dalam menjaga kerukunan di Kaltara,” kata Menag di Tanjung Selor, Rabu (26/12), seperti dilaporkan Khoiron dan dilansir kemenag.go.id.

“Terima kasih juga atas komitmen dan perhatian Gubernur terhadap FKUB dan kerukunan umat beragama di sini,” lanjutnya.

Harmoni Award diberikan dalam lima kategori.

Kategori Organisasi: FKUB Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tanah Tidung, dan Kabupaten Malinau.

Kategori Pemerintah: Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Kategori Tokoh Agama: Herwansyah (Islam),  Pdt Joko Susanto (Kristen),  Pastor Stevanus Sumardi (Katolik), I Made Wirama (Hindu),  dan Hendy Demawan (Buddha).

Kategori Desa: Desa Tedeng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tanah Tidung.

Hidup Damai Berabad-abad

Kepada Menag, Irianto menyampaikan bahwa umat beragama sudah hidup damai sejak berabad-abad lamanya,  bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka.

Menurut Irianto, penduduk Kaltara lebih kurang 730.000, sebanyak 74 persen adalah Muslim, 26 persen lainnya adalah Protestan, Katolik, Buddha, Khonghucu, dan Hindu. Irianto berterima kasih kepada pemuka agama yang terus menjaga kehidupan, kerukunan, dan kedamaian.

Irianto juga menyampaikan komitmen dan kebijakannya untuk memberi perhstian khusus kepada kehidupan beragama. Sejumlah program dilakukan, antara lain memberangkatkan 70 - 100 orang kurang mampu, tokoh agama, dan masyarakat berprestasi untuk umrah.

“Tanggal 31 Desember besok, kami akan berangkatkan lebih 70 orang, terdiri atas tokoh agama, warga miskin, guru ngaji untuk umrah,” tuturnya.

“Untuk non-Muslim, sekitar 25 orang diberangkatkan ke Yerusalem,” ia menambahkan. 

Irianto mengatakan, Kaltara adalah pemberi hibah terbesar untuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). “APBD nya paling lecil, tapi perhatiannya besar,” katanya diikuti tepuk tangan hadirin.

“Kaltara juga telah menggelar pertemuan nasional FKUB di Tarakan,” ia menambahkan.

Program lain, memberi insentif khusus kepada guru agama di sekolah negeri, meski mereka pegawai Kemenag. Pemprov Kaltara juga memberi bantuan insentif kepada guru mengaji.

“Kami juga kembangkan dukungan untuk peningkatan pembangunan rumah ibadah. Banyak masjid, gereja, dan pura yang dibangun dan direhab,” ia menjelaskan.

Irianto juga memohon dukungan kepada Menag dan Ketua Komisi VIII untuk pembangunan sekolah agama, baik Islam maupun non-Islam. Ia mengaku sedang merencanakan untuk membangun Institut Agama Islam Negeri di Kaltara.

“Ini satu-satunya provinsi yang belum punya IAIN. Saya juga mendukung kalau ada usulan untuk perguruan tinggi agama lain,” ia menegaskan.

Selain Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, hadir Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, Kapolda Kaltara, Kakanwil Kemenag Kaltara Suryansyah, puluhan tokoh agama, serta jajaran Pemprov dan Kanwil Kemenag Kaltara.

 

Back to Home