Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 08:31 WIB | Kamis, 09 Agustus 2018

Menag Bersyukur Pesparani Pertama Tingkat Nasional Terwujud

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Dok satuharapan.com/kemenag.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan rasa syukur, penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) umat Katolik dapat terwujud.

“Selaku Menteri Agama, saya bersyukur. Kehendak yang sudah cukup lama, kegiatan tingkat nasional pertama Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani ) tahun ini bisa diselenggarakan,” kata Menag saat hadir menjadi narasumber Seminar “Menjaga Harmoni, Merawat NKRI melalui Seni Budaya” yang digelar dalam rangka sosialisasi penyelenggaraan Pesparani, Rabu (8/8/2018).

“Sesungguhnya kita sedang membuat sejarah, tahun ini untuk pertama kalinya Pesparani akan dilakukan dan itu di Maluku, Ambon,” ucapnya.

Dikatakannya, Indonesia dikenal dunia sebagai bangsa yang religius, bangsa yang agamis. Aktivitas keseharian kita, kemasyarakatan, berbangsa, bernegara, itu tidak bisa dilepaskan dari nilai nilai agama.

“Maka inilah cara kita bangsa Indonesia sebagaimana diwariskan pendahulu yang begitu arif, lalu menjadikan budaya yang didalamnya seni sebagai budi dan karsa kita sebagai manusia, itu kemudian dimanfaatkan sebagai medium, menjadi sarana, alat di mana nilai-nilai agama tidak hanya disosialisasikan, ditebarkan di tengah-tengah masyarakat, yang tidak kalah pentingnya diaktualisasikan, diejawantahkan dalam kehidupan keseharian kita,” katanya.

Paduan suara, menurut Menag, sebagaimana umat yang lain, di Islam dikenal dengan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), di kalangan umat Kristen dikenal Pesparawi, di Hindu dikenal Utsawa Dharma Gita, dan di kalangan Budha dikenal Mahanitiloka Dhamma.

“ Jadi, kami, di Kementerian Agama, sudah sejak lama memang menghendaki agar di kalangan umat Katolik pun mestinya ada, bagaimana paduan suara yang selama ini dinyanyikan, dilantunkan sebagai bentuk ibadah itu, juga diperlombakan secara nasional, secara periodik, secara reguler,” ujarnya.

“Bukan semata karena kita ingin memperlombakan paduan suara di antara gereja-gereja yang ada, tapi sesungguhnya Pesparani ini adalah medium saja, alat, wadah, cara bagaimana kita umat beragama memiliki sarana untuk memperkenalkan, mensosialisasikan nilai-nilai agama yang bersumber dari kitab suci kita,” ia menambahkan.

Tampak hadir, Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Adrianus Meliala, dan Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Eusabius Binsasi. (kemenag.go.id)

Editor : Sotyati

Back to Home