Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 14:24 WIB | Senin, 12 November 2018

Mendag Minta Daerah Kawal Pasokan-Harga Bapok Jelang Natal

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita didampingi Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun; Wali kota Batam, Muhammad Rudi; Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti serta Inspektur Jenderal, Srie Agustina menggelar Rapat Koordinasi Nasional Ketersedian Stok dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Kota Batam, Minggu (11/11).(Foto: Dok. Kemendag.go.id)

BATAM, SATUHARAPAN.COM - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta para pemerintah daerah memantau persediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) khususnya menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

“Diharapkan melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah pusat bersama sama dengan pemerintah daerah dapat terus meningkatkan kerja sama dalam mengawal pasokan dan kestabilan harga bapok khususnya menjelang Natal dan tahun baru 2019,” ungkap Mendag saat memberikan arahan kepada kepala dinas yang membidangi perdagangan dari seluruh Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional jelang Hari Besar Kegamaan Nasional (HBKN) di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (11/11).

Mendag menjelaskan ada dua periode yang harus diwaspadai terkait kenaikan permintaan bapok yang dapat menyebabkan lonjakan harga yaitu ketika memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang akhir tahun. Khusus periode akhir tahun, terdapat beberapa daerah yang mengalami tren kenaikan harga bapok. Hal ini, disebabkan adanya kenaikan permintaan bapok untuk kebutuhan perayaan hari keagamaan. Daerah tersebut adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Barat.

Selain itu, terdapat beberapa daerah yang diperkirakan akan mengalami kenaikan permintaan di akhir tahun dikarenakan daerah tersebut merupakan daerah tujuan wisata. Daerah tersebut antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali.

Mendag menyampaikan, untuk menghadapi potensi kenaikan permintaan bapok, Pemerintah Daerah diharapkan dapat memantau dan melaporkan perkembangan harga harian di pasar pantauan. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat melaporkan perkembangan kelancaran distribusi dan jumlah pasokan bapok.

Mendag meminta Pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi antar instansi di wilayah kerjanya. Hal ini untuk memastikan ketersediaan bapok melalui kegiatan operasi pasar dan pasar murah di lokasi pemukiman masyarakat berpendapatan rendah. Selain itu, juga untuk menjaga keamanan dan kelancaran distribusi pasokan yang didukung dengan kesiapan moda angkutan barang.

Mendag juga mengimbau pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan menimbun barang dalam rangka spekulasi. “Untuk itu, Pemerintah pusat dan daerah akan meningkatkan pengawasan secara terpadu, bila diperlukan bekerja sama dengan aparat keamanan,” ujarnya.

Peninjauan ke Pasar Pujabahari

Pada hari yang sama Mendag juga melakukan peninjauan pasar Pujabahari di kota Batam. Di pasar ini, Mendag meninjau langsung ketersediaan dan perkembangan harga bapok. Mendag meyakinkan bahwa stok tersedia dan harganya stabil tidak ada lonjakan harga.

“Bapok di Kota Batam harganya masih terkendali dan stoknya cukup hingga akhir tahun,” katanya.(PR)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home