Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 01:13 WIB | Sabtu, 11 Mei 2019

Mendengarkan Suara-Nya

”Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku” (Yoh. 20:27).
Foto: istimewa

 

SATUHARAPAN.COM – ”TUHAN adalah gembalaku” (Mzm. 23:1). Demikianlah Daud memulai mazmurnya. Ini merupakan pengakuan iman Daud. Hanya tiga kata. ”TUHAN” sebagai subjek, ”adalah” sebagai predikat, dan ”gembalaku” sebagai objek.

Dalam kalimat itu TUHAN-lah subjeknya. Artinya: Dialah pusat kalimat. Kenyataannya, TUHAN memang subjek. Dialah yang menggerakkan segala sesuatu. Alkitab kita diawali dengan sebuah pengakuan iman: ”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej. 1:1). Artinya, Dialah pemrakarsa awal. Dialah pencipta, semua hal di luar diri-Nya adalah ciptaan.

TUHAN, Sang Pencipta, disebut ”gembalaku”. Ada bentuk klitik aku, yang berarti pemilik di sini. Ada kaitan erat antara TUHAN dan penyebutnya. ”TUHAN adalah gembalaku” memang bukan kalimat kosong. Ada hubungan erat antara Dia dan orang yang menyebut-Nya gembala.

Hubungan ini bukan tanpa akibat. Pengakuan bahwa ”TUHAN adalah gembalaku” ada kelanjutannya, yakni: ”takkan kekurangan aku”. Dalam Alkitab Terjemahan Lama tertulis ”Bahwa Tuhan itulah gembalaku, maka tiada aku akan kekurangan suatu pun”. Apakah itu berarti orang percaya tidak akan pernah mengalami kesulitan hidup?

Menarik disimak, ayat-ayat selanjutnya menyatakan bahwa domba itu tetap harus berjalan menuju rumput yang hijau dan air yang tenang. Jadi, ya harus capek. Kenyataan di dunia ini, tidak semua rumput hijau dan tidak semua air tenang dan bersih. Bahkan, sesekali berjalan dalam lembah kekelaman. Namun, dalam semuanya itu TUHAN beserta.

Hanya, berkait dengan Mazmur 23 ini, apakah kita sudah mendengarkan suara-Nya? Tuhan Yesus, Sang Gembala Agung, pernah berkata, ”Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku” (Yoh. 20:27).

Mendengarkan menjadi tindakan logis karena kita memang sering tidak tahu jalan mana yang harus dipilih. Sedangkan TUHAN, Sang Pencipta, sungguh tahu jalan mana yang harus kita ikuti.

Nah, maukah kita mendengarkan suara-Nya?

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home