Loading...
FOTO
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 18:36 WIB | Minggu, 03 April 2016

Mendikbud: Jangan Forsir Diri Jelang Ujian Nasional

Mendikbud: Jangan Forsir Diri Jelang Ujian Nasional
Seorang pelajar membaca buku dengan bantuan penerangan lilin saat pemadaman listrik di Lampung, Sabtu (2/4). Sejumlah siswa-siswi di Lampung menyatakan persiapan menghadapi Ujian Nasional 2016 terganggu karena pemadaman bergilir yang dilakukan PLN Tanjungkarang, Bandar Lampung yang hampir setiap hari terjadi. (Foto-foto: Antara)
Mendikbud: Jangan Forsir Diri Jelang Ujian Nasional
Petugas ujian nasional memeriksa perangkat komputer jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 2 Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/4). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan UNBK bisa meminimalisasi kecurangan dari indikator pengguna komputer dalam ujian nasional 2016 yang mengalami peningkatan dari sekitar 500 sekolah kini mencapai 4.381 sekolah maka indeks integritas akan semakin tinggi.
Mendikbud: Jangan Forsir Diri Jelang Ujian Nasional
Panitia ujian nasiona melakukan sinkronisasi komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) l di SMA Negeri 1 kota Tangerang, Banten, Jumat (1/4). Data Kemdikbud menyebutkan bahwa untuk tahun 2016, sebanyak 4.402 sekolah di seluruh Indonesia telah siap mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), meningkat drastis dibandingkan dengan tahun 2015 yang hanya 555 sekolah.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Menteri Pendidikan Nasional Anies Baswedan meminta siswa SMA agar tidak memforsir diri menjelang pelaksanaan Ujian Nasional 2016 yang akan mulai berlangsung pada hari Senin (4/4).

"Mulai sekarang jangan memforsir diri," kata Anies saat jumpa pers mengenai pra-Ujian Nasional 2016 di kantornya Jakarta, hari Jumat (1/4).

Menurut dia, siswa harus rileks jelang UN sehingga saat pelaksanaan ujian akhir kondisi tubuhnya bugar dan bisa fokus mengerjakan soal-soal tes.

"Istirahatlah yang cukup, makan makanan sehat bergizi dan hindari hal baru yang berisiko. Tidak biasa jalan-jalan malah jalan-jalan atau mencoba makanan baru malah sakit perut sehingga Senin nanti bermasalah," kata dia.

Lingkungan keluarga, kata Mendikbud, juga agar mengkondisikan siswa agar tidak stres. Anies juga meminta siswa untuk tidak melakukan cara-cara yang tidak terpuji dalam melaksanakan ujian akhir itu seperti mencontek atau bahkan menggunakan soal dan jawaban bocoran.

Sejak 2015, kata dia, UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan karena hal ini ditentukan oleh sekolah melalui ujian sekolah bukan UN.

"Yang dibicarakan tentang UN saat ini adalah kejujuran, bukan kelulusan. Prestasi penting, jujur yang utama. Ujian itu tidak bileh menghalalkan segala cara. Tidak ada lagi `subsidi jawaban`," katanya. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home