Loading...
BUDAYA
Penulis: Francisca Christy Rosana 08:16 WIB | Senin, 24 November 2014

Mendunia, Tarian Indonesia Tak Lagi Dianggap Aneh

Eko Supriyanto, koreografer sekaligus dosen Institut Seni Surakarta. (Foto: indonesianfilmcenter.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Eko Supriyanto, koreografer sekaligus dosen Institut Seni Surakarta menilai tarian Indonesia yang dulu dianggap eksotis, unik,  dan aneh, kini tengah mendapat sorotan oleh masyarakat internasional dan tengah mendunia.

"Kalau dulu kita masih dianggap eksotis, masih dianggap sesuatu yang unik yang aneh, tapi sekarang luar (negeri) sangat-sangat notice," katanya seusai acara Indonesia Menari 2014 pada Minggu (23/11).

Melalui festival-festival tari, Eko berpendapat pementasan kesenian kini tidak lagi sekadar sebuah  ceremony. Di dalam festival tari terdapat misi dan wacana yang lebih besar untuk menjadi media diskusi karya seni.

"Festival itu tidak hanya mempertontonkan karya kita, tapi ada diskusi, ada dialog, ada semacam kolaborasi, ada exchange yang semuanya merujuk pada bagaimana dialog tari itu tetap harus dilaksanakan untuk tidak dilihat dari sisi keindahannya saja," ujar Eko.

Tantangannya saat yang tengah dihadapi anak muda Indonesia, mereka harus terus diedukasi bahwa tarian Indonesia juga merupakan sumber dan aset kekayaan bangsa.

"Sebenarnya karya-karya tari seniman Indonesia tidak hanya indah, tapi juga sangat bisa mendunia, dan sangat bisa dikondisikan dalam konteks yang universal," kata dia.  
 

Tak Habis Dieksplorasi

Seiring dengan perkembanganya, Eko percaya prospek tarian di Indonesia kedepannya tidak akan pernah habis untuk dieksplorasi.

Ini terbukti dengan munculnya seniman-seniman kontemporer yang terus mengembangkan tarian tradisi nusantara.

"Dengan adanya seniman kontemporer Indonesia yang terus mengembangkan tarian tradisi kita, saya yakin wacana tradisi kita tidak akan pernah habis dan wacana tradisi kita tidak akan pernah luntur dan hilang dari muka bumi ini," kata Eko.

"Indonesia adalah negara yang mempunyai advance yang lebih dari negara-negara lain untuk bidang tari karena diversity-nya yang banyak, dan seniman-seniman kontemporer di Indonesia enggak akan pernah habis untuk mengeksplornya," Eko menambahkan.(Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home