Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 04:42 WIB | Sabtu, 28 Juli 2018

Mengambil, Bersyukur, dan Membagi-bagikan

Dan ternyata roti itu cukup, malah bersisa 12 bakul penuh.
Lima roti dan dua ikan (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – ”Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja” (Yoh. 6:7). Demikian tanggapan Filipus ketika Yesus mengajukan usul untuk memberi makan 5.000 orang laki-laki itu.

Agaknya Filipus seorang pragmatis dan ekonomis. Otaknya langsung bekerja keras dan mengalkulasi biaya untuk membeli roti bagi banyak orang itu. Dua ratus dinar bukan jumlah sedikit. Satu dinar adalah upah harian pekerja kasar pada masa Yesus, setara Rp100.000,- . Itu berarti butuh Rp20 juta rupiah.

Memang bukan jumlah sedikit, meski enggak akan kenyang. Kalau mau kenyang, asumsi biaya konsumsi Rp20.000,- per orang, dikalikan 20 ribu orang (masing-masing orang membawa istri dan dua anak). Itu berarti biayanya Rp400 juta rupiah.

Lain Filipus, lain pula Andreas. Andreas memberi laporan, ”Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yoh. 6:9). Jika Filipus berpikir soal biaya, maka Andreas berpikir: ”Rotinya memang ada, tetapi apa artinya?”

Namun, Yesus sama sekali tidak menggubris baik jawaban Filipus maupun jawaban Andreas. Dia bahkan memerintahkan para murid-Nya untuk menyuruh orang banyak itu duduk. Kemudian Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada orang banyak itu. Dan ternyata roti itu cukup, malah bersisa 12 bakul penuh.

Ada beberapa prinsip yang dapat kita ambil dari tindakan Yesus ini. Pertama, Yesus mengambil roti itu. Dia menghargai lima roti dan dua ikan, meski tak sebanding dengan 5000 orang itu. Kedua, Yesus mengucap syukur. Meski sedikit, roti tersebut adalah anugerah Allah. Ketiga, membagi-bagikannya kepada orang lain. Intinya bukan untuk diri sendiri. Pada titik itulah mukjizat terjadi.

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor: Yoel M. Indrasmoro

Rubrik ini didukung oleh PT Petrafon (www.petrafon.com)

 

Back to Home