Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 05:53 WIB | Sabtu, 18 Agustus 2018

Mengedepankan Kehendak Tuhan

Ketika kehendak diri yang diutamakan, yang terjadi hanyalah homo homini lupus ’manusia menjadi serigala atas sesamanya’.
Menyuarkan ketulusan (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Kepada warga jemaat di Efesus Paulus menegaskan: ”Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan” (Ef. 5:18). Kehendak Tuhan menjadi prioritas karena kita sering kali tidak tahu apa yang baik bagi diri kita sendiri. Kehendak Tuhan menjadi utama karena Sang Pencipta pasti lebih tahu apa yang baik bagi kita. Kehendak Tuhan diutamakan karena Dialah Tuhan dan kita adalah hamba-Nya. Jika hanya kehendak kita yang dikedepankan, pertanyaannya: siapakah yang menjadi Tuhan?

Sayangnya, bukan itu yang dilakukan orang-orang di Kapernaum (Yoh. 6:51-58). Mereka menolak Yesus karena mereka lebih mengutamakan akal mereka. Ketika bagi mereka tak masuk akal, mereka tidak bertanya lebih jauh kepada Yesus. Mereka terlalu sombong untuk bertanya. Mereka lebih suka menafsir perkataan Yesus itu dan mengambil kesimpulan sendiri.

Padahal, jika mereka bertanya kepada Yesus, pastilah mereka akan mendapatkan jawaban yang andal. Jawaban dari tangan pertama. Lagipula hikmat mengundang setiap orang untuk belajar darinya: ”Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari" (Ams. 9:4).

Bagaimana dengan Indonesia yang berusia 73 tahun sebagai negara? Jika bangsa kita masih berkubang dalam persoalan yang sama kemungkinan besar karena masih banyak orang yang enggan mencari tahu kehendak Allah. Yang dikedepankan bukan kehendak Allah, tetapi kehendak diri semata.

Ketika kehendak diri yang diutamakan, yang terjadi hanyalah homo homini lupus ’manusia menjadi serigala atas sesamanya’. Ketika keinginan diri yang dikedepankan yang ada hanyalah senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang.

Karena itulah, baiklah kita mendengarkan nasihat Paulus: ”Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat” (Ef. 5:15-16).

Editor : Yoel M Indrasmoro

Zuri Hotel
Back to Home