Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Prasto Prabowo 17:54 WIB | Sabtu, 10 Mei 2014

Mengenal Tank Tempur TNI AD dan Korps Marinir TNI AL

Mengenal Tank Tempur TNI AD dan Korps Marinir TNI AL
Main Battle Tank Leopard 2A4 TNI AD (Foto-foto : Istimewa)
Mengenal Tank Tempur TNI AD dan Korps Marinir TNI AL
Tank Marder 1A3 TNI AD
Mengenal Tank Tempur TNI AD dan Korps Marinir TNI AL
Tank Scorpion TNI AD
Mengenal Tank Tempur TNI AD dan Korps Marinir TNI AL
Tank AMX-13 TNI AD
Mengenal Tank Tempur TNI AD dan Korps Marinir TNI AL
Tank amfibi BMP-3F Korps Marinir TNI AL
Mengenal Tank Tempur TNI AD dan Korps Marinir TNI AL
Tank amfibi PT-76 Korps Marinir TNI AL
Mengenal Tank Tempur TNI AD dan Korps Marinir TNI AL
Tank BMP-2 Korps Marinr TNI AL

SATUHARAPAN.COM – Dalam sebuah pertempuran darat selain pasukan infanteri dan satuan artileri, keberadaan unsur kavaleri yang biasanya diwakili unsur tank sangatlah penting sebagai unsur pendobrak dan penggempur utama. Di Indonesia, keberadaan tank dimiliki oleh satuan kavaleri TNI AD dan satuan kavaleri Korps Marinir TNI AL. Apa saja tank yang dimiliki kedua satuan kavaleri tersebut? Berikut ulasannya seperti disarikan dari berbagai sumber:

SATUAN KAVALERI TNI AD

1. Leopard 2A4 Revolution. Tank Leopard adalah salah satu main battle tank (MBT) tercanggih di dunia saat ini. Tank buatan Jerman ini sekelas dengan tank M1A1 Abrams buatan Amerika Serikat yang terkenal ketika perang Teluk berlangsung. Spesifikasi tank Leopard TNI AD adalah berat 62,3 ton,dengan persenjataan sebuah meriam utama Rheinmetall L55 kaliber 120 mm smoothbore gun, dan 2 senapan mesin MG3A1 kaliber 7.62 mm. Ditenagai mesin MTUMB 873 Ka-501 liquid cooled V12 Twin Turbo Diesel, tank ini sanggup menyemburkan daya 1.500 tenaga kuda pada RPM 2.600. Dengan kapastias tangki 1.200 liter solar, Leopard sanggup menjelajah sampai 550 kilometer dengan kecepatan maksimal 72 kilometer/jam di jalan raya dan 34 kiometer/jam di medan berlumpur. Leopard sanggup untuk melakukan pertempuran kota maupun pertempuran di medan yang berat. Tank yang mulai datang mulai tahun 2013 lalu ini akan dioperasikan sedikitnya 114 unit oleh TNI AD.

2. Marder 1A3. Medium tank buatan Jerman ini mempunyai kemampuan yang mumpuni. Marder TNI AD menggunakan meriam utama Rheinmetall Rh202 kaliber 20 mm dan senapan mesin coaxial MG3 kaliber 7,62 mm dalam satu kubah. Meriam Rh202 ini unggul dalam kecepatan tembak dan akurasi dimana sudah dilengkapi sistem optik yang didukung teleskop infrared dan kemampuan deteksi thermal untuk perang di malam hari. Selain sebagai pendobrak pertahanan lawan, Marder juga mampu mengangkut 10 orang pasukan tempur bersenjata lengkap. Dengan bobot tempur sekitar 35 ton, tank ini sanggup menjelajah hingga 520 kilometer dan berkecepatan maksimum 65 kilometer/jam.  Mulai tahun 2013, TNI AD mengoperasikan 50 unit Marder dan kemungkinan akan ditambah di waktu yang akan datang.

3. Scorpion. Scorpion adalah tank ringan buatan Inggris dengan bobot sekitar 8 ton. Hadir sejak tahun 1990an, tank ini cukup diandalkan oleh TNI AD dalam berbagai operasi militer. Dengan rancang bangun dan bobot yang ringan, dua unit Scorpion dapat dimasukkan ke dalam pesawat angkut tipe C-130 Hercules yang dimiliki TNI AU yang mempermudah pergeseran dan penggelarannya  di seluruh Indonesia. Scorpion milik TNI AD dilengkapi meriam utama Cockerill MK3 M-A1 kaliber 90 mm dan SMB (senapan mesin berat) kaliber 12,7 mm. Pada kubahnya terdapat senapan mesin coaxial berkaliber 7,62 mm. TNI AD mengoperasikan sekitar 90 unit tank tempur ini.

4. AMX-13. Meski dari segi usia tank ini sudah cukup berumur karena dibuat antara tahun 1950-1960, AMX-13 masih digunakan satuan kavaleri TNI-AD sampai saat ini. TNI AD mengoperasikan 275 unit tank ini yang terdiri dari versi kanon, versi angkut personel dan versi artileri 105 mm. Karena usianya yang sudah cukup tua, tank berbobot 14 ton ini mengalami retrofit pertama di tahun 1995 oleh Direktorat Peralatan TNI AD untuk menambah daya gempurnya. Retrofit meliputi :

a) Pergantian mesin lama dan pemasangan mesin diesel baru Detroit DDA GM6V-53 T enam silinder turbocharged dengan daya 290 HP yang mampu meningkatkan power weight ratio namun dengan konsumsi bahan bakar lebih hemat.

b) Pemasangan transmisi otomatis ZF 5WG-180 dengan 5 percepatan maju dan 2 percepatan mundur yang lebih memudahkan pengoperasian tank.

c) Pemasangan suspensi hydropneumatic Dunlostrut yang meningkatkan kemampuan lintas medan tank.

Sedangkan retrofit kedua dilakukan mulai tahun 2011 dan dilakukan PT.Pindad. Modernisasi meliputi :

a) Pergantian mesin diesel lama dan pemasangan mesin diesel baru turbointercooler Navistar yang berdaya 400 HP.

b) Pergantian meriam utama 75 mm dan pemasangan meriam kaliber 105 mm

c) Pemasangan fire control system, laser range finder dan thermal camera untuk pertempuran di malam hari.

SATUAN KAVALERI KORPS MARINIR TNI AL

Berbeda dengan satuan kavaleri TNI AD yang banyak menggunakan produk Barat, satuan kavaleri Korps Marinir TNI AL lebih banyak menggunakan tank buatan Rusia. Kita simak apa saja?

1. BMP-3F. Tank amfibi buatan Rusia ini baru diterima lengkap Korps Marinir pada akhir 2013 lalu. Dengan jumlah armada 54 unit, tank ini menjadi andalan baru operasi amfibi TNI AL. BMP-3F dilengkapi sebuah meriam utama kaliber 100 mm, sebuah kanon kaliber 30 mm serta 3 buah senapan mesin 7,62 mm. Dengan bobot 18,7 ton, tank ini bisa juga membawa 7 personel pasukan tempur bersenjata lengkap. Di medan berlumpur tank ini sanggup berlari 45 kilometer/jam, di air mampu berenang dengan kecepatan 10 kilometer/jam, dan melaju di jalan raya maksimum 70 kilometer/jam. Daya jelajahnya mencapai 600 kilometer.

2. PT-76 . Tank amfibi buatan Uni Soviet (sekarang Rusia) ini berbobot tempur 14,5 ton dan sudah dioperasikan oleh Korps Marinir sejak tahun 1960an. Kondisi PT-76 saat ini sudah  sangat berbeda dengan kondisi awalnya yang saat pertama kali dibeli karena berbagai modifikasi dan retrofit yang dilakukan. Retrofit dilakukan pada tahun 1990 yang meliputi : 

a) Pergantian mesin lama dan pemasangan mesin diesel 6 silinder Detroit DDA V-92 T turbocharged berkekuatan 290 horse power. Penggantian ini memungkinkan PT-76 melaju di jalan raya dengan kecepatan hingga 58 km/jam, 26 kilometer/jam di medan berlumpur dan sekitar 7-8 kilometer/jam saat berenang di air.

b) Pergantian meriam lama kaliber 76 mm dan pemasangan meriam Cockerill Mk.III A-2 kaliber 90 mm.

c) Pergantian senapan mesin lama dan pemasangan senapan mesin berat baru FN GPMG kaliber 7,62 mm.

Meskipun usianya sudah lebih dari 50 tahun, sampai saat ini tank amfibi ini masih menjadi andalan Korps Marinir. Kondisinya pun masih sangat terawat dan masih sanggup bertempur dengan baik dengan jumlah yang dioperasikan lebih dari 100 unit.

3.BMP-2. Tank amfibi berbobot 14 ton buatan Rusia ini cukup lengkap persenjataannya. Lihat saja meriam utama utama otomatis 2A42 kaliber 30 mm yang efektif menghantam sasaran di darat dan udara. Meriam ini sanggup memuntahkan 300-500 butir peluru high explosive per menit dan dilengkapi stabililizer sehingga dapat membidik sasaran secara akurat meskipun sedang melaju. Sudut kubah dapat berputar secara cepat 360 derajat dengan sudut elevasi laras hingga 74 derajat yang menjadikannya handal untuk menghajar berbagai sasaran di manapun. Belum lagi adanya rudal antitank AT-5 Spandrel yang ditempatkan pada sisi atas kubah. Sebagai senjata tambahan, ada senapan mesin coaxial kaliber 7,62 mm dengan jumlah amunisi 2.000 butir peluru. BMP-2 juga berfungsi sebagai kendaraan angkut karena bisa membawa 8 personel tempur bersenjata lengkap. 40 unit tank amfibi Korps Marinir ini diperkuat mesin diesel UTD-20 enam silinder yang menyemburkan tenaga sebesar 300 horse power dan memampukannya berdaya jelajah sampai 600 kilometer dengan kecepatan maksimum 65 kilometer saat di darat dan 7 kilometer/jam saat berenang di air.(berbagai sumber)

Editor : Prasto Prabowo

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home