Loading...
FOTO
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 20:17 WIB | Minggu, 02 Agustus 2015

Mengintip Penjara Khusus Perempuan di Gaza

Mengintip Penjara Khusus Perempuan di Gaza
Umi Ahmed, yang bekerja sebagai pengawas penjara dan pekerja sosial, sedang berbincang kepada salah satu narapidana perempuan di Pusat Rehabilitasi dan Perbaikan Perempuan di Gaza. (Foto-foto: Al Jazeera)
Mengintip Penjara Khusus Perempuan di Gaza
Seorang tahanan perempuan sedang belajar menjahit.
Mengintip Penjara Khusus Perempuan di Gaza
Para tahanan sedang memasak di dalam ruang tahanan.
Mengintip Penjara Khusus Perempuan di Gaza
Seorang tahanan sedang membaca Alquran di dalam ruang tahanan.
Mengintip Penjara Khusus Perempuan di Gaza
Ibadah salat tetap dijalankan meski menjadi seorang tahanan.

GAZA, SATUHARAPAN.COM - Kecil, padat penduduk, itulah Jalur Gaza - di mana lebih dari 1,8 juta warga Palestina tinggal dalam 360 kilometer persegi - sering disebut sebagai "penjara terbuka", dengan aksi Israel yang melumpuhkan, blokade meningkatkan tekanan pada wilayah yang paling ditakutkan

Tapi Pusat Rehabilitasi dan Perbaikan Perempuan di Gaza merupakan penjara dalam bentuk lain. Di penjara ini hanya untuk tahanan perempuan, yang dijalankan oleh Hamas, saat ini rumah tersebut dihuni oleh sekitar 40 narapidana, yang telah dipenjara karena berbagai kejahatan.

Pelanggar yang berada di bawah hukum Palestina, memiliki sistem yang sama yang digunakan di seluruh wilayah pendudukan. Mereka dipisahkan menurut jenis kejahatan: pembunuhan, penggunaan narkoba, atau pelanggaran moral, seperti kontak antara laki-laki dan perempuan yang belum menikah yang dianggap tidak pantas.

Petugas penjara Amal Nofal mengatakan dia sangat bersemangat tentang rehabilitasi perempuan dalam penjara. "Para perempuan ini kuat, dan mereka layak mendapat bantuan. Manusia dapat melakukan kesalahan. Kita semua manusia, kita bukan malaikat," katanya kepada Al Jazeera.

"Di dalam tahanan ini mereka bersalah tetapi mereka adalah anak-anak perempuan dari masyarakat kita, dan besok mereka akan menjadi ibu dalam masyarakat kita, dan suatu hari mereka akan nenek. Kami berdiri di belakang mereka dan kami tidak akan pernah menyerah."

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home