Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 15:07 WIB | Rabu, 20 Mei 2015

Mengungsi dari Kota Ramadi

Mengungsi dari Kota Ramadi
Seorang wanita warga Sunni pengungsi Irak yang melarikan diri dari kekerasan yang terjadi di kota Ramadi, Irak, sambil membawa anaknya di pinggir kota Baghdad yang terjadi pada Selasa (19/5) (Foto: REUTERS/Stringer)
Mengungsi dari Kota Ramadi
Para pengungsi warga Sunni, Irak yang melarikan diri untuk mengungsi setelah kota Ramadi diserang oleh kelompok radikal yang terjadi di pinggir kota Baghdad, Selasa (19/5) (Foto: REUTERS/Stringer)
Mengungsi dari Kota Ramadi
Dua anak warga Sunni, Irak, bersama dengan warga lainnya saat mencoba melarikan diri untuk mengungsi setelah para pemberontak menyerang kota Ramadi, Irak. (Foto: REUTERS/Stringer)
Mengungsi dari Kota Ramadi
Para pengungsi terlihat saat mencoba melarikan diri dari kota Ramadi yang telah direbut oleh para pemberontak kelompok radikal di Irak. (Foto: REUTERS/Stringer)
Mengungsi dari Kota Ramadi
Ribuan warga sipil Sunni saat berusaha melarikan diri membawa harta benda untuk mengungsi setelah kotanya diserang oleh kelompok radikal yang terjadi di Irak. (Foto: REUTERS/Stringer)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM – Jatuhnya kota Ramadi ke tangan kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State of Iraq and Syam (ISIS) membuat ribuan masyarakat sipil mengungsi, Senin (18/5). Konflik berkepanjangan yang terjadi di Irak sejak pasca jatuhnya pemerintahan Saddam Hussein membuat kelompok radikal ISIS merajarela menguasai sebagian wilayah Irak.

Kota Ramadi yang dikuasai ISIS beberapa hari lalu menjadi pukulan telak terhadap pasukan pemerintah Irak yang dibantu oleh kekuatan udara Amerika Serikat. Menurut pemberitaan,  pemerintah Irak yang dibantu oleh Amerika Serikat serta pasukan yang tergabung dalam kelompok Syiah akan bersama-sama merebut kembali kota Ramadi dari ISIS.

Konflik bersenjata yang terus terjadi di Irak memberikan rasa tidak aman dan kecemasan bagi masyarakat sipil yang tidak tahu apa-apa. Berikut ini kondisi dan suasana ketika ratusan masyarakat sipil Irak saat melarikan diri dari kota Ramadi untuk mengungsi. (AFP)

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home