Google+
Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:26 WIB | Senin, 06 Mei 2019

Menhub: Oneway dan Ganjil Genap Strategi Urai Kepadatan di Tol

Ilustrasi. Kendaraan memasuki gerbang tol Cipali di Palimanan, Cirebon, Kamis (5/5/2016). (Foto: Dok. satuharapan.com/Antara/Dedhez Anggara).

SEMARANG, SATUHARAPAN.COM – Untuk memperlancar Angkutan Lebaran Tahun 2019, Pemerintah telah menyiapkan manajemen lalu lintas yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Dua konsep yang disiapkan yaitu jalur satu arah (oneway) atau penerapan ganjil genap di tol. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memimpin Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran 2019 Bidang Lalu Lintas di Wilayah Jawa Tengah, Semarang, Minggu (5/5).

Jalan tol yang sudah menyambungkan dari Jakarta hingga Surabaya, akan menarik minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi. Untuk itu perlu dilakukan manajemen lalu lintas agar tidak ada kepadatan.

“Presiden berpesan agar mudik tahun ini dapat berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya. Untuk itu kami (Pemerintah Pusat) bersama-sama Pemerintah Daerah, Polri, Polda dan instansi terkait lain, telah menyiapkan dua konsep manajemen lalu lintas, yaitu jalur satu arah dan penerapan ganjil genap. Nanti akan kita finalkan manajemen lalu lintas apa yang akan diterapkan dan saya yakin Kakorlantas dapat menjalankan dengan baik" kata  Menhub Budi Karya.

Menhub menjelaskan, konsep tersebut disiapkan tidak lain tujuannya adalah agar mudik yang dijalani oleh masyarakat bisa nyaman dan lancar. Menhub mengatakan, sudah ada kebijakan seperti pemindahan gerbang tol Cikarut, tetapi dengan ekspektasi masyarakat yang tinggi untuk mencoba jalan tol, perlu diantisipasi langkah-langkah lain seperti penerapan ganjil-genap.

"Jadi saya juga minta pengertian masyarakat bahwa keputusan kita ini bukan karena kita ingin aneh-aneh, kita lakukan ini semua karena justru agar masyarakat dapat mudik dengan nyaman dan lancar," kata Menhub.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan beberapa hal yang menjadi catatannya untuk Angkutan Lebaran Tahun 2019, salah satunya adalah antisipasi kemacetan yang ada di pintu keluar tol.

Beberapa titik pintu keluar tol di Jateng yang perlu diantisipasi di antaranya yaitu: Exit tol Pejagan,  Exit tol Pemalang (Gandulan),  Exit tol Banyumanik dan Kalikangkung (pembayaran/topup), Exit tol Salatiga (Tingkir),  Exit tol Boyolali, dan Exit tol Kartusuro.

"Kemacetan di pintu keluar tol harus diantisipasi. Untuk itu saya minta pemerintah kabupaten/kota agar menyiapkan jalur alternatif dengan rambu-rambu yang baik tentunya," kata Ganjar.

Untuk mengurangi kepadatan di jalan, dibahas pula dalam rakor mengenai evaluasi rest area yang dirasa masih kurang. Untuk itu akan disiapkan kantong-kantong parkir yang bisa dimanfaatkan para pemudik untuk beristirahat.

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, menjelaskan, hasil survei Angkutan Lebaran Tahun 2019 Badan Litbang Perhubungan menyebutkan, total jumlah pemudik dari Jabodetabek sebanyak 14,9 juta, dengan tiga provinsi tujuan mudik terbesar yaitu ke Jawa Tengah sebanyak 5,6 juta lebih pemudik atau 37,68 persen dari total pemudik Jabodetabek, Jawa Barat (3,7 juta lebih/24,89 persen), dan Jawa Timur (1,6 juta lebih/11,14 persen).

Di Jawa Tengah terdapat tiga kota tujuan terbanyak yaitu Surakarta sebanyak 642.000 lebih pemudik atau sekitar 4,31 persen dari total pemudik Jabodetabek, Semarang (563 .000  lebih/3,78 persen), dan Tegal (354.000 lebih/2,38 persen).

Menhub Ajak Pemudik Sepeda Motor Manfaatkan Program Mudik Gratis

Jawa Tengah merupakan wilayah paling besar yang akan dituju oleh para pemudik untuk pulang kampung. Demi keselamatan, Menhub mengimbau para pemudik untuk tidak menggunakan sepeda motor. Menhub mengimbau agar memanfaatkan momen mudik gratis dengan kapal laut bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.

"Mudik dengan sepeda motor itu sangat berisiko, tahun 2018 lalu kecelakan pada saat mudik di dominasi oleh pemotor sebanyak 70 persen. Saya juga tinjau langsung, meraka yang menggunakan motor itu capek sekali sehingga risikonya tinggi" kata Menhub Budi Karya.

"Untuk itu saya sarankan para pemudik dengan sepeda motor dapat mengikuti mudik gratis dengan kapal laut yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan. Motor dan para pemudik diangkut dengan kapal laut. Mudik jadi lebih aman dan nyaman," kata Menhub Budi Karya. (dephub.go.id)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home