Loading...
SAINS
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 18:50 WIB | Senin, 18 Agustus 2014

Menkes: 100 RS Disiapkan untuk Penanggulangan Ebola

Kekerasan di daerah kumuh West Point, Monrovia, terjadi Sabtu (16/8) malam, dipicu kemarahan warga karena klinik karaktina itu menerima pasien dari kawasan lain dari Monrovia. (Foto: Kron4.com).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM ‒ Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi mengatakan 100 rumah sakit rujukan untuk flu burung saat ini dipersiapkan untuk penanggulangan wabah Ebola yang sedang merebak di Afrika.

"Semua yang dulu disiapkan untuk rumah sakit flu burung, sudah siap lagi (untuk Ebola) di semua provinsi, seperti RS Persahabatan, RSPI (Sulianti Saroso)," ujar Menkes di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (18/8).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan Ebola sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) sehingga seluruh negara diminta untuk waspada terhadap virus yang menular melalui cairan tubuh itu.

Meski Indonesia dinilai memiliki risiko kecil tertular, namun Menkes mengatakan tetap melakukan pengawasan terhadap kemungkinan penularan Ebola.

"Kita terus monitor orang yang berkunjung kesana. Tapi sekarang tidak ada orang yang berkunjung ke Afrika Barat. Kalau dari Afrika Barat kesini sudah diperketat visanya.

Virus Ebola mewabah di tiga negara Afrika yaitu Guinea, Sierra Leonne dan Liberia dan menjangkiti lebih dari 2.000 orang dan menewaskan lebih dari 1.000 orang dalam waktu relatif singkat. 

Kekhawatiran lain adalah mengenai musim haji yang dimulai bulan September mendatang dimana jamaah dari Afrika cukup banyak jumlahnya.

"Saudi Arabia telah menanggapi secara khusus untuk haji dan umroh. Mereka sudah memperketat, tidak memberikan visa untuk mereka yang datang dari tiga negara itu, Guinea, Sierra Leonne dan Liberia, tidak boleh ke Saudi Arabia," kata Menkes.

Untuk calon jamaah haji dari Indonesia, Kementerian Kesehatan menyatakan telah memberikan sosialisasi mengenai Ebola dan MERS-CoV bagi para calon jamaah haji terutama cara menghindari penularan.

Salah satu cara menghindari penularan Ebola adalah dengan menghindari kontak langsung dengan pasien Ebola karena penyakit tersebut ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, air liur, urine dan sekresi tubuh lainnya.

Selain itu, masyarakat juga diharap untuk mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat seperti rajin mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah penularan. (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home