Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 18:36 WIB | Senin, 30 November 2015

Menpora Mohon Doa Agar Atlet RI Sukses di APG

Menpora Imam Nahrawi saat menjadi pembina upacara di Peringatan Hari Ulang Tahun ke-44 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), hari Senin (30/11), di Halaman Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jl. Pemuda Gerbang Senayan, Jakarta. (Foto: Prasasta Widiadi).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengharapkan doa dan dukungan masyarakat Indonesia kepada para atlet difabel yang berlaga di ASEAN Para Games (APG) 2015 di Singapura.

“Sekarang (hari Senin 30/11) mereka berangkat dan mohon didoakan agar mereka menjadi ke performa terbaiknya ke juara umum,” kata Menpora, Imam Nahrawi, kepada satuharapan.com setelah dia menjadi pembina upacara di Peringatan Hari Ulang Tahun ke-44 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), hari Senin (30/11), di Halaman Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jl. Pemuda Gerbang Senayan, Jakarta.

Menpora menyebut seluruh atlet sebagai duta bangsa. Pemerintah tidak pernah membeda-bedakan atlet, karena pemerintah memberi dukungan kepada kontingen tidak hanya kepada satu atau dua sosok tertentu, terlebih lagi yang membuktikan siapa yang berprestasi adalah siapa yang bekerja paling keras di lapangan.

“Kalau sudah optimis ya nggak boleh nanggung nanggung, mas, karena bagi saya optimisme itu ada karena mereka mempersiapkan diri agar nantinya  membawa hasil yang baik,” kata dia.

Imam menginginkan APG sebagai  ajang  mengadu keterampilan, pembelajaran, dan memperluas cakrawala wawasan global serta persahabatan antar paralympian di kawasan Asia Tenggara.

Ia menyebut kemenangan adalah harapan semua atlet yang bertanding, namun sportivitas jangan dilupakan  dengan tetap menjaga persahabatan dan persaudaraan.

“Even ini bisa digunakan sebagai alat untuk mengukur keberhasilan latihan yang telah dilakukan, sekaligus menyiapkan bekal untuk terus berlatih menuju event yang lebih tinggi lagi, baik Asian Para Games (antar negara benua Asia, Red) dan even Paralimpiade (tingkat dunia, Red) di Rio De Janeiro,” kata Imam.

Asean Para Games 2015

Atlet difabel Indonesia yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) National Paralympic Committee (NPC) menjelang keberangkatan ke Singapura untuk berlaga di ASEAN Para Games (ajang multi even olahraga bagi atlet difabel se-Asia Tenggara) berlatih serius selama beberapa bulan terakhir di Surakarta, Jawa Tengah–ASEAN Para Games mulai Kamis (3/12) sampai dengan Rabu (9/12)–Kontingen   Indonesia terdiri dari 190 atlet, dan total sebanyak 256 termasuk ofisial.

Pada APG di Myanmar 2013 Indonesia menjadi juara umum, setelah mengumpulkan 99 medali emas, 69 perak dan 49 perunggu.

Dalam kaitan dengan bonus hari tua bagi olimpian dan paralimpian yang pernah dijanjikan Kemenpora, salah satu atlet difabel, David Jacobs dari cabang tenis meja menghargai usulan tersebut.

Tunjangan hari tua bagi olahragawan yang diwacanakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak hanya diperuntukkan bagi atlet Indonesia peraih medali di Olimpiade, namun juga untuk atlet difabel yang akan berlaga di Paralimpiade, salah satu contohnya adalah atlet tenis meja nomor difabel dan umum, David Jacobs dari Provinsi DKI Jakarta.

“Perhatian khusus (dari Kemenpora ke paralimpian, Red) memang ada, dan pasti ada reward dari kami (Kemenpora, Red). Harapan kita memang akan ada reward dari kita, pertimbangannya mungkin dia (David Jacobs, Red) sebagai sosok difabel dia terbiasa berlaga di dua nomor (nomor tenis meja umum dan difabel, Red),” kata Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Djoko Pekik Irianto kepada satuharapan.com, hari Selasa (10/11).

Djoko menyebut saat ini Kemenpora masih mematangkan regulasi pemberian tunjangan bagi atlet peraih medali olimpian (Olimpiade) dan paralimpian (Paralimpiade).

Djoko mengatakan bahwa tunjangan tersebut akan dimaksimalkan bagi kesejahteraan atlet, dan dia berharap tunjangan dapat dimanfaatkan untuk sesuatu yang positif.   

“Nah sekarang ini kan masyarakat yang tahu kan hanya tunjangan pensiun itu kan baru untuk pegawai negeri, sekarang kita harus lihat juga dan garap regulasinya, harapan kita tidak terbatas pada  atlet pada umumnya, tapi atlet difabel pun akan kita anggap sebagai sosok yang berhak menerima itu,” Djoko menambahkan.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home