Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 08:22 WIB | Senin, 21 Oktober 2019

Mesir Waspadai Pulangnya Teroris Asing

Ketua Parlemen Mesir, Ali Abdel Aal. (Foto: Ist)

KAIRO, SATUHARAPAN.COM – Parlemen Mesir mengingatkan pemerintah tentang fenomena yang mengkhawatirkan kembalinya para pejuang asing yang terlibat dalam terorisme di negara lain, Irak, Suriah dan Libya.

Ketua parlemen, Ali Abdel-Aal, mengatakan, hari Minggu (20/10) bahwa pemerintah Mesir harus meningkatkan kewaspadaan. "Pejuang asing semacam ini, yang merupakan anggota Daesh (Negar Islam / ISIS) atau kelompok teroris lainnya, dapat kembali ke rumah atau pindah ke garis depan lain atau bekerja sebagai sel tidur. Pemerintah harus siap melindungi negara dari fenomena ini," kata Abdel- Aal, seperti dikutip Al Ahram.

Pertempuran Mesir melawan terorisme dan teroris tidak boleh terbatas pada perjuangan bersenjata. "Pertempuran juga harus mencakup unsur-unsur budaya, sosial dan media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang fenomena berbahaya ini, tambahnya.

Dia mengusulkan dibentuk komite gabungan pemerintah-parlementer untuk mencari strategi memerangi ekstremisme, pidato kebencian, dan peringatan dini tentang kembalinya pejuang asing dan sel-sel tidur.

Kecam Serangan Turki

Dia juga mengecam serangan militer Turki di Suriah timur laut. "Faktanya, kebijakan kepemimpinan Turki dan pasukan penjajahnya biadab dan pantas mendapat kutukan dari semua negara dunia karena mereka melanggar hukum internasional dan piagam PBB," kata Abdel-Aal.

 Sedangkan Ahmed Raslan, Ketua Komite Urusan Arab, mengatakan bahwa agresi Turki terhadap kedaulatan Suriah adalah "keji dan biadab." "Agresi ini mewakili agenda Ikhwanul Muslimin (organisasi Islamis yang dilarang di Mesir) dan organisasi teroris lainnya, yang menghancurkan banyak negara Arab dan menyebarkan kekacauan," kata Raslan. Dia juga menyebut bahwa  "Turki dan Qatar yang terutama disalahkan atas menjamurnya terorisme di dunia Arab."

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home