Google+
Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 12:37 WIB | Kamis, 20 Februari 2020

Milisi Houthi Halangi Bantuan Kemanusiaan di Yaman

Milisi Houthi dalam aksi merka di Sanaa, Yaman. Merka menahan bantuan kemanusiaan dan menggunakannya untuk memperkuat dalam perang. (Foto: dok. dari AFP)

SATUHARAPAN.COM-Milisi Houthi di Yaman memblokir setengah dari program pengiriman bantuan PBB di negara itu sebagai taktik dalam memaksa badan PBB memberi mereka kendali lebih besar atas bantuan kemanusiaan. Mereka juga pemotongan miliaran dolar bantuan asing, menurut laporan AP dari pejabat bantuan dan dokumen internal yang diperoleh.

Milisi Houthi yang didukung Iran hanya memberikan akses ke daerah-daerah di bawah kendali mereka, namun ditolak oleh badan-badan bantuan. Alasannya, hal itu akan membuat Houthi lebih berkuasa atas siapa yang menerima bantuan, menurut dokumen dan wawancara oleh AP.

Houthi telah dilaporkan menghambat beberapa program pemberian makan bagi penduduk yang hampir kelaparan dan membantu mereka yang terlantar akibat perang saudara selama hampir enam tahun, kata seorang pejabat senior PBB. "Lebih dari dua juta penerima manfaat bantuan... terkena dampak langsung (hambatan ini)," kata pejabat itu.

Sikap Houthi mendorong PBB memperketat pengawasan bantuan sekitar US$ 370 juta per tahun yang sebagian besar dikendalikan oleh Houthi, menurut dokumen itu. Uang itu seharusnya untuk membayar gaji dan biaya administrasi lainnya, tetapi lebih dari sepertiga yang dihabiskan tahun lalu tidak diaudit.

PBB diam di depan umum tentang tekanan itu, tetapi di belakang agen dan donor internasional melawan tuntutan Houthi. Selama berbulan-bulan, Houthi menuntut pemotongan dua persen dari seluruh anggaran bantuan yang diberikan kepada mereka, suatu syarat yang ditolak PBB dan para donor.

Badan Pembangunan Internasional AS mengatakan bahwa upaya Houthi "untuk menerapkan pajak atas bantuan kemanusiaan tidak dapat diterima dan secara langsung bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan internasional." Amerika Serikat menyumbangkan US$ 686 juta kepada Yaman pada tahun 2019, menurut USAID.

Dalam pertemuan di Brussel, Kamis pekan lalu, lembaga bantuan dan donor internasional mengancam akan mengurangi bantuan jika Houthi terus memaksakan pembatasan operasi PBB di Yaman.

Program Pangan Dunia sedang mempertimbangkan untuk mengurangi bantuan pangan bulanan yang diberikannya kepada 12 juta warga Yaman setiap bulan, kata seorang pejabat PBB. "Sangat disayangkan bahwa orang akan menderita, tetapi ini terjadi karena Houthi," kata pejabat itu. "Mereka tidak bisa menggunakan orang sebagai sandera terlalu lama."

Hampir 300.000 ibu hamil dan menyusui serta anak-anak di bawah usia lima belum menerima bantuan suplemen gizi selama lebih dari enam bulan terakhir karena Houthi menahan penerima bantuan sebagai sandera untuk meminta pajak dua persen, kata pejabat PBB lainnya.

Houthi juga menunda izin selama berbulan-bulan untuk mendistribusikan 2.000 ton makanan yang cukup untuk memberi makan 160.000 orang di distrik Aslam, di mana penduduk desa mengalami kelaparan. Ketika izin dikeluarkan pada November, makanan itu telah merusak.

Sebaliknya Houti sesumbar akan menyelamatkan Yaman. "Yaman akan selamat" jika agensi menunda bantuan, kata Abdul-Mohsen Tawoos, sekretaris jenderal agensi Houthi yang mengoordinasi bantuan internasional, mengatakan kepada donor Eropa selama pembicaraan Skype pada 20 Januari.

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home