Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 10:37 WIB | Minggu, 21 Februari 2021

Militer Tangkap Aktor Myanmar Karena Dukung Protes Anti Kudeta

Seorang tentara (tengah) membawa senapan sniper selama demonstrasi menentang kudeta militer di mana pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa di Mandalay pada hari Sabtu (20/2/2021). (Foto: AFP)

MANDALAY, SATUHARAPAN.COM-Polisi Myanmar menangkap seorang aktor terkenal yang dicari karena mendukung potes terhadap kudeta militer 1 Februari, kata istrinya pada hari Minggu (21/2), beberapa jam setelah dua orang tewas ketika polisi dan tentara menembak untuk membubarkan protes di kota terbesar kedua, Mandalay.

Kekerasan di Mandalay pada hari Sabtu (20/2) adalah hari paling berdarah dalam lebih dari dua pekan demonstrasi di kota-kota besar dan kecil di seluruh Myanmar yang menuntut diakhirinya kekuasaan militer dan pembebasan dari penahanan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan lainnya.

Demonstrasi dan kampanye pembangkangan sipil, pemogokan dan protes massa tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dengan politiisi lawan-lawan militer skeptis terhadap janji tentara untuk mengadakan pemilihan umum dan menyerahkan kekuasaan kepada pemenang pemilu.

Aktor itu, Lu Min, adalah satu dari enam selebritas yang menurut militer pada hari Rabu dicari berdasarkan undang-undang anti hasutan. Dia dituduh mendorong pegawai negeri untuk bergabung dalam protes. Tuduhan itu bisa membuatnya dihukum penjara selama dua tahun.

Lu Min telah mengambil bagian dalam beberapa protes di Yangon. Istrinya, Khin Sabai Oo, mengatakan dalam sebuah video yang diposting di halaman Facebook-nya bahwa polisi telah datang ke rumah mereka di Yangon dan membawanya pergi.

"Mereka memaksa membuka pintu dan membawanya pergi dan tidak memberi tahu saya ke mana mereka akan membawanya. Saya tidak dapat menghentikan mereka. Mereka tidak memberi tahu saya."

Juru bicara militer, Zaw Min Tun, yang juga juru bicara dewan militer baru, belum menanggapi upaya berulang oleh Reuters untuk menghubunginya melalui telepon untuk dimintai komentar.

Sebuah kelompok aktivis, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, mengatakan pada hari Sabtu 569 orang telah ditangkap, mereka didakwa atau dijatuhi hukuman sehubungan dengan kudeta tersebut.

Dalam insiden lain di Yangon pada hari Sabtu malam, seorang penjaga malam ditembak dan dibunuh. Layanan Radio Free Asia Burma mengatakan polisi telah menembaknya tetapi tidak jelas mengapa. Masyarakat telah memasang lebih banyak penjaga karena takut diciduk oleh pasukan keamanan. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home