Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 13:31 WIB | Sabtu, 22 Desember 2018

Mobil KaCa Universitas Muhammadiyah Malang Sambangi Yayasan Bunda Teresia

Ilustrasi. Beberapa pelatih Mobil Kamis Membaca (Mobil KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang membimbing anak-anak menemukan buku yang cocok bagi mereka. (Foto: umm.ac.id/Humas UMM)

MALANG, SATUHARAPAN.COM – Ramainya berbagai persoalan yang menyinggung masalah toleransi antarumat beragama menjadi perhatian khusus tim Mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, Mobil KaCa sambang dan sharing program di Yayasan Bunda Teresia Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (20/12).

“Bagi kami, kunjungan kali ini terbilang istimewa. Biasanya Mobil KaCa hanya sambang ke tempat-tempat notabene masyarakat Muslim. Kali ini, tim Mobil KaCa memutuskan untuk sambang ke wilayah yang cakupan lebih luas. Karena literasi milik semua kalangan,” kata koordinator tim, Maharina Novia Zahro.

Bagaimanapun, kata Maharina, konflik yang belakangan terjadi, diakibatkan kurangnya interaksi juga dialog dengan kelompok yang dianggap berbeda.

Mobil KaCa UMM, menurut  Maharina, menjadi sarana edukatif dan tepat untuk menyemai nilai-nilai toleransi. Yakni dengan mengajarkannya sejak dini. 

Hadir dengan membawa konsep literasi, anak-anak yang berada di sana merasa terhibur dan senang. Pasalnya, anak-anak bukan hanya disuguhi buku bacaan, namun di sana diajari tentang cara mengolah degradasi warna dengan pensil gambar. Mereka juga bergembira bersama melalui kegiatan outbound.

"Kami tak pernah ragu untuk berjumpa dengan pembaca baru sekalipun anak kecil. Apalagi mereka yang tidak suka membaca. Kami yakin, mereka hanya belum menemukan buku yang ia senangi saja. Jadi kedatangan kami hanyalan membantu mereka menemukan buku yang disukai," kata Maharina.

Gabriel contohnya, anak berusia 8 tahun ini mengaku sangat menyukai permainan Bola Shegy. Bersama teman-temannya, dia saling berebut bola dalam salah satu sesi outbond ini. “Seneng banget main bola, tapi capek rebutan sama temen,” katanya.

Lutfi Nurul Rosyidah sebagai pelatih, memilih permainan ini karena merasa cukup efektif mengasah konsentrasi dan ketangkasan. "Setiap ada kata Shegy, peserta harus waspada. Karena mereka harus mencari ke mana arah bola yang sudah saya lempar lalu menangkapnya," kata mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi ini.

Sementara, Tintrim Rahayu, pengurus Yayasan yang dihuni oleh anak yatim, cacat dan telantar ini mengaku senang dengan kedatangan Mobil Kaca.

"Kegiatannya sangat bermanfaat. Saya sangat senang melihat mereka senang membaca dan senang dengan berbagai kegiatan yang diadakan seperti ini,“ katanya. (umm.ac.id)

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home