Loading...
INDONESIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 20:28 WIB | Senin, 12 Mei 2014

MUI dan Ormas Islam Kecam Keras Aksi Boko Haram

Forum Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam tingkat pusat dipimpin oleh Ketum MUI Din Syamsuddin (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai pembacaan pernyataan forum tersebut di kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (12/5). Pernyataan itu antara lain mengecam bentuk ketidakadilan pada umat muslim di Myanmar, Mesir dan Nigeria. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Forum Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas-ormas Islam tingkat pusat mengecam keras penculikan atas sejumlah pelajar wanita oleh kelompok Boko Haram di Negeria.

"Kami mengecam keras aksi tersebut," kata Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyah Abdullah Zaidi yang mewakili ormas Islam di kantor Majelis Ulama Indonesia, di Jakarta, Senin (12/5).

Abdullah mengatakan tindakan tersebut sejatinya bertentangan dengan prinsip Islam.

Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip Islam yang melarang segala bentuk tindak kekerasan, khususnya terhadap kaum wanita dan mereka yang tidak bersalah, ujar Abdullah.

"Kami meminta kepada kelompok Boko Haram untuk melepas mereka tanpa syarat," katanya.

Kelompok garis keras di Nigeria, Boko Haram, melakukan serangan pembunuhan secara brutal seperti mengebom, membantai, dan menculik. Kekerasan demi kekerasan mereka lakukan yang kerap dilakukan di tempat umum yang ramai.

Sebanyak 270 siswi perempuan diculik pada 14 April lalu dan 53 di antaranya berhasil melarikan diri setelah ditangkap di Kota Chibok, Nigeria.

Sejumlah tokoh dan politisi di berbagai negara di dunia pun turut mengecam aksi tersebut.

Video

Dalam perkembangan terakhir seperti dilaporkan AFP, sebuah video telah dirilis oleh militan Islam Boko Haram dengan menunjukkan sekitar 130 gadis yang diculik. 
 
Dalam video tersebut pemimpin kelompok itu, Abubakar Shekau, mengatakan mereka akan menahan gadis-gadis yang diculik sampai semua militan yang dipenjara dibebaskan pemerintah Nineria. 
 
Dia mengatakan gadis-gadis itu telah masuk Islam. Video yang dirilis pada hari Senin (12/5) itu juga menampilkan anak-anak itu sedang berdoa. 
 
Dalam tayangan, dua gadis mengatakan mereka beragama Kristen dan telah masuk Islam, sementara yang lain mengatakan dia adalah Muslim. 
 
Diperkirakan sebagian besar gadis-gadis yang diculik adalah Kristen, meskipun ada sejumlah Muslim di antara mereka. 
 
Para wartawan mengatakan gadis-gadis tampak tenang dan satu mengatakan bahwa mereka tidak dilukai. 
 
Tidak ada indikasi kapan atau di mana video itu diambil, meskipun lokasi tampaknya di area pedesaan. (Ant/AFP)

BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home