Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 01:20 WIB | Minggu, 08 Juli 2018

Musikono #11: Don't Cry Italy

Musikono #11: Don't Cry Italy
Penampilan pianis Bagus Mazasupa pada Musikono #11 di Gerbang Menoreh Desa Kembang, Kecmatan Nanggulan-Kulonprogo, Sabtu (7/7) sore. (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
Musikono #11: Don't Cry Italy
Perhelatan Musikono #11 di panggung Gerbang Menoreh.

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Halaman belakang bekas SD Inpres Pronosutan, Desa Kembang-Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, Sabtu (7/7) sore menjadi tempat perhelatan Musikono #11 sebuah pertunjukan musik keliling (concert tour) yang digagas oleh pianis Bagus Mazasupa dengan diselingi workshop tentang pengetahuan musik di sela-sela konser.

Lahan bekas gedung SD yang dikelola oleh pemuda dan karang taruna Desa Kembang dengan nama Paguyuban Gerbang Menoreh (PGM) menjadi model pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui minat dan kepedulian pada obyek dan daya tarik wisata perdesaan (community based tourism) dengan kesenian, olahraga, wisata luar ruang (outbond) serta aktivitas lainnya seperti olahan masakan desa untuk menarik minat wisatawan. Secara bentang alam, lahan yang dikelola PGM memiliki view yang menarik dengan berbatasan areal persawahan serta latar belakang arah barat berupa hamparan Pegunungan Menoreh dengan banyak bukit yang saling menyambung diantaranya bukit Mayit, bukit Kumbang. 

Dengan adanya kegiatan PGM, saat ini bekas bangunan SD menjadi pusat kegiatan pemuda dan menjadi lebih terawat. Lebih dari itu PGM selain menjadi pusat kegiatan, sekaligus menumbuhkan benih-benih ekonomi kecil dari kreativitas yang sedang dicoba untuk disemaikan pemuda Desa Kembang.

Konsep PGM sejalan dengan program Musikono yang diakui Bagus untuk menyajikan musik di desa-desa dengan audiens  masyarakat setempat sebagai bentuk edukasi serta mendekatkan musik kepada masyarakat, dalam hal ini Bagus selalu membawakan musik-musik klasik. Sesuatu yang bisa jadi masih baru bagi masyarakat desa.

Bersama pemain biola Adi Bimo Wicaksono, pemain cello Damasus Panggah Cat Hatmanto, serta penyanyi balad Sri 'encik' Krishna. Dalam edisi yang ke-11, Bagus menyiapkan beberapa repertoar yang sebagian besar diciptakan oleh komponis Italia.

"Ini untuk menghibur pada pendukung kesebelasan timnas Italia yang tidak lolos pada babak final Piala Dunia 2018. Mari tetap bergembira," canda Bagus untuk mencairkan suasana pada awal penampilannya.

Mengawali penampilan di atas panggung sederhana di luar ruangan, sebuah komposisi karya Ennio Morricone berjudul "Nella Fantasia" dimainkan Bagus bersama Bimo dan Panggah dilanjutkan dengan repertoar "La la Land" yang dikomposisi Justin Hurwitz dan merupakan original sound track (OST) film La La Land. Repertoar "La La Land" terdiri dari beberapa lagu yang dimainkan secara medley.

Pada repertoar ketiga Bagus memainkan "Cinema Paradiso" karya Ennio Morricone dalam dua bagian. Pada bagian pertama yang merupakan main theme, Bagus memainkan secara solo piano, sementara pada bagian love theme kembali Bimo dan Panggah turut bermain.

Komposisi karya Maury Yeston berjudul "Overture Delle Done" yang menjadi ost film Nine menjadi sajian Bagus berikutnya dilanjutkan dengan "Minuet 2" karya Paul Mauriat (Prancis) dengan permainan a'la aubade.

Dalam workshop singkat Bagus memberikan pengenalan musik Samba asal Brasil dengan beberapa genre diantaranya rumba dan bossanova. Dalam workshop yang dilakukan secara acapella Bagus memberikan contoh ritme, tempo, dan melodi musik Samba.

"Semua lagu bisa dimainkan dalam irama Samba. Silakan bebas pilih lagu nanti saya akan mengiringi dengan piano dalam irama Samba," ajak Bagus pada dua penonton yang maju ke panggung untuk menirukan irama Samba secara acapella.

Selepas workshop penyanyi balad Sri Krishna yang sedang menyiapkan peluncuran album terbarunya membawakan tiga lagu barunya diantaranya "Negeri Tanpa Batas" dan "Seperti Batu Hitam" dalam iringan musik Bagus dan kawan-kawan serta permainan gitar akustik Encik.

Sebuah komposisi karya Ennio Morricone yang menjadi ost film "Legend of 900" berjudul "Playing Love" melengkapi seluruh permainan Bagus Mazasupa pada Musikono #11.

Sebagai fans klub sepakbola Juventus dan timnas Prancis, Bagus memberikan hiburan musik klasik di tengah persawahan di kaki Pegunungan Menoreh untuk pendukung kesebelasan Italia: don't cry for me Italy.

Musikono, dengan musik banyak hal menjadi tidak berjarak, bisa menghibur serta berbagi kegembiraan.

 

Back to Home