Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 16:24 WIB | Senin, 15 Januari 2018

Myzomela Irianawidodoae, Jenis Burung Baru dari Pulau Rote NTT

Ilustrasi. Myzomela Irianawidodoae, jenis burung baru dari Pulau Rote NTT. (Foto: lipi.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Tim peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Biologi berhasil menemukan burung endemik jenis baru asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jenis burung baru ini diberi nama Myzomela irianawidodoae. Nama itu berasal dari nama Ibu Negara.

“Pemberian nama tersebut sebagai ungkapan dan penghargaan kepada Ibu Negara yang sangat memperhatikan kehidupan burung. Selain itu, dedikasinya dapat dijadikan teladan dan menjadi contoh dalam upaya menyelamatkan lingkungan,” kata  Enny Sudarmonowati, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI belum lama ini di Manado, Sulawesi Utara, yang dilansir situs resmi lipi.go.id.

Dewi M Prawiradilaga, peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI mengatakan, burung ini berukuran kecil dengan panjang tubuh 11,8 cm, dan bobotnya 32,23 gram. Kemudian, panjang paruh 1,79 cm, bentangan sayap 17,2 cm, dan panjang sayap 5,8 cm, panjang ekor 3,7 cm dan tinggi kaki 1,67 cm. “Karakteristik yang menonjol yakni paruhnya yang berwarna hitam, warna mata cokelat gelap, warna kaki dan jari hitam dengan bantalan kuku warna kuning,” kata Dewi.

Kombinasi warna yang dimiliki burung ini sangat cantik, yakni bulu-bulu di bagian kepala hingga dada atas dan tengkuk berwarna merah darah, warna kekang hitam dan garis hitam tipis di sekeliling mata, pita hitam pada pertengahan dada dan secara bertahap menjadi warna abu-abu dengan sapuan warna zaitun pada dada bawah, perut, paha dan sekitar tungging. “Punggung dan ekor burung berwarna hitam, serta pertengahan punggung sampai tunggir berwarna merah dan sayap berwarna hitam bercampur abu-abu gelap,” kata Dewi.

 Dewi menambahkan, burung ini sebagai pemakan nektar (cairan manis yang terdapat pada bunga, Red) dan serangga kecil seperti laba-laba. “Sebagai pemakan nektar, burung ini berpotensi sebagai penyerbuk dan perlu penelitian lanjutan yang mendalam terkait perannya dalam proses penyerbukan tersebut,” kata Dewi.

Myzomela irianawidodoae menghuni habitat di hutan, semak-semak, kebun, dan pohon yang berbunga, terkadang bisa dijumpai memakan nektar pada bunga pohon jati di sekitar perkampungan. Suara kicauannya merdu saat sedang terbang.

Burung ini telah dilindungi oleh Undang-Undang Nomor. 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999. “Burung jenis Myzomela irianawidodoae sangat terancam karena perusakan habitat atau alih fungsi hutan, di samping luas Pulau Rote sangat kecil dan tidak memiliki kawasan lindung,” katanya.

 

Editor : Sotyati

Back to Home