Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 13:40 WIB | Jumat, 17 Februari 2017

Netanyahu: Donald Trump Sahabat Baik Rakyat Yahudi

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bertemu dengan Presiden AS Donald J Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, AS pada hari Rabu (15/2) (Foto: Dok satuharapan.com/USAToday)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM -  Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Rabu (15/02) memberi dukungan tegas kepada Presiden AS Donald John Trump dan menyebutnya sebagai "teman baik rakyat Yahudi."

Perkataannya disampaikan di saat komunitas Yahudi-Amerika mengkhawatirkan kedatangannya ke Gedung Putih akan memicu gelombang baru anti-Semitisme.

"Saya sudah kenal Presiden dan saya kenal keluarganya dan timnya untuk waktu yang lama, dan tidak ada pendukung rakyat dan negara Yahudi lebih dari Presiden Donald Trump," kata Netanyahu dalam konferensi pers bersama di Gedung Putih.

"Kami tidak memiliki sahabat lebih bak daripada  Presiden Trump," lanjut Netanyahu.

Ini suatu dukungan yang mungkin akan ditentang oleh komunitas Yahudi Amerika, yang sebagian besar memilih kandidat Demokrat, Hillary Clinton, dan yang menentang kebijakan anti-imigrasi Trump.

Komunitas Yahudi Amerika sangat marah ketika Trump tidak menyebutkan enam juta orang Yahudi yang tewas dibunuh oleh Nazi selama Perang Dunia II ketika ia mengeluarkan pernyataan untuk Hari Peringatan Holocaust Internasional.

Netanyahu tidak mengkritik pernyataan Trump itu. Ia juga tidak menyebutkannya selama pertemuannya dengan Trump di Gedung Putih.

Menurut Netanyahu, masalah ini sempat diangkat dalam pertemuan antarstaf pejabat Israel dan Amerika sebelum kunjungan Netanyahu ke Washington.

"Tidak ada keraguan bahwa presiden dan timnya memahami pentingnya Holocaust" sebagai peristiwa sejarah yang secara khusus menjadikan orang-orang Yahudi sebagai target, kata Netanyahu.

Pada konferensi pers bersama, Trump menghindari pertanyaan yang diajukan kepadanya tentang antisemitisme.

Tapi dia sejenak membuat referensi Holocaust dalam sambutannya ketika ia berkata, "Negara Israel adalah simbol ketahanan dalam menghadapi penindasan - Saya kira tidak ada negara lain yang sudah  melalui apa yang mereka jalani - dan bertahan hidup dalam menghadapi genosida. Kami tidak akan pernah melupakan apa yang orang-orang Yahudi telah alami."

Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Trump atas dukungannya dan berkata, "aliansi kami [dengan AS] selama ini sangat kuat, tetapi di bawah kepemimpinan Anda saya yakin itu akan lebih kuat. Saya berharap untuk bekerja dengan Anda untuk secara dramatis meningkatkan aliansi kita di segala bidang - dalam keamanan, teknologi, di dunia maya dan perdagangan, dan banyak lagi."

Ini adalah "hari baru" dalam hubungan AS-Israel," kata Netanyahu.

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home