Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 00:34 WIB | Sabtu, 09 Desember 2017

New Miracle Prints Gelar Pameran Pikat Intaglio

New Miracle Prints Gelar Pameran Pikat Intaglio
Pemilik KebunBibi Hans Knegtmans (bertopi) didampingi Syahrizal Pahlevi pada pembukaan pameran "Pikat Intaglio" di New Miracle prints Jalan Suryodiningratan 34, Yogyakarta, Jumat (8/12). (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
New Miracle Prints Gelar Pameran Pikat Intaglio
Printmaking live dengan teknik intaglio-drypoint oleh pegrafis Aliem Bakhtiar.
New Miracle Prints Gelar Pameran Pikat Intaglio
The Golden Fish-cycle, the diary of a child | Dimo Kolibarov| 3/40 | 2015 | salah satu karya grafis pemenang utama 2nd Jogja Miniprint Biennale Jogja 2016.
New Miracle Prints Gelar Pameran Pikat Intaglio
Karya Deborah Chapman dengan teknik intaglio-mezzotint.

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Merayakan ulang tahun kedua, galery-art studio New Miracle prints yang berada di Jalan Suryodiningratan 34, Yogyakarta menggelar pameran grafis bertajuk "Pikat Intaglio". Pameran dibuka oleh Hans Knegtmans pemilik KebunBibi, Jumat (8/12) sore.

Tiga puluh tiga karya grafis dari tiga seniman grafis Deborah Chapman, Dimo Kolibarov dan Paolo Ciampini dipamerkan dengan tiga karya yang dipamerkan adalah pemenang 2nd Jogja Miniprint Biennale Jogja 2016 dengan menggunakan teknik intaglio (teknik cetak dalam).

Deborah Chapman, perempuan kelahiran Argentina tahun 1953 yang telah lama tinggal di Kanada adalah pegrafis dengan spesialisasi teknik mezzotint, sebuah varian teknik intaglio yang mengeksplor efek gelap-terang objek ala teknik lukisan chiaroscuro yang biasa dipertontonkan secara dramatis oleh Rembrandt, Caravaggio dan Leonardo da Vinci. Di tangan Deborah teknik mezzotint yang prima menyatu dengan tema karyanya yang dipenuhi fantasi yang absurd dan simbol-simbol. 

Dimo Kolibarov, lahir di Bulgaria tahun 1965  hadir dengan tema “kecemasan pada dunia anak” dengan tokoh  anaknya sendiri sebagai subjek matter gambarnya. Dimo membuat grafis dengan teknik etching color yang matang menggunakan sedikitnya 2 plat tembaga dengan warna-warna jernih. 

Sedangkan Paolo Ciampini adalah pegrafis kelahiran Italia tahun 1943. Ciampini mendemonstrasikan teknik etsa hitam putih dan monochrome dengan figur perempuan dan arsitektur bangunan di Italia.

"Dibanding pegrafis dari luar negeri, kita masih tertinggal dalam teknik dan eksplorasi. Teknik cetak dalam atau intaglio sebenarnya adalah teknik yang tidak pernah tuntas dikerjakan oleh para pegrafis Indonesia karena kebanyakan masih berkutat bagaimana mensiasati persoalan teknik yang rumit. Pegrafis Eropa dan Amerika yang memang akrab dengan teknik ini akibat antara lain sejarah yang panjang kemunculan seni grafis, berbagai varian intaglio  seperti; etsa/etching, drypoint, mezzotint, aquatint, photo etching telah mereka taklukkan dan dengan lincahnya berkeliaran dalam tema-tema karya mereka secara leluasa." kata pemilik New Miracle Syahrizal Pahlevi kepada satuharapan.com menyoroti perkembangan teknik intaglio di sela-sela pembukaan pameran, Jumat (8/12).

Saat pembukaan dilakukan printmaking live dengan teknik intaglio-drypoint oleh pegrafis Yogyakarta Aliem Bakhtiar dan Mei Xin (Singapura) menggunakan medium plat akrilik dengan pewarna water based di atas kertas.

Pameran "Pikat Intaglio" akan berlangsung hingga 25 Desember 2017 di New Miracle prints Jalan Suryodiningratan 34, Yogyakarta.

 
UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home