Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:04 WIB | Kamis, 09 Agustus 2018

New South Wales Kekeringan, Petani Dibolehkan Tembak Kanguru

Ilustrasi. Aturan yang membatasi jumlah kanguru yang bisa ditembaki petani telah dilonggarkan untuk mencegah krisis ternak. (Foto: thetimes.co.uk)

AUSTRALIA, SATUHARAPAN.COM – Seluruh wilayah Negara Bagian New South Wales (NSW) di Australia dinyatakan mengalami kekeringan, kata pemerintah negara bagian itu hari Rabu (8/8).

Sebagian besar wilayah tenggara Australia saat ini berjuang dengan cuaca kering yang sulit. Inilah kondisi kekeringan terparah di Negara Bagian NSW sejak 1965. NSW adalah negara bagian yang paling padat penduduknya di Australia.

Seratus persen wilayah NRW dinyatakan mengalami kekeringan dan 25 persennya berada dalam kondisi "kekeringan hebat". Cuaca kering diperkirakan akan terus berlanjut selama tiga bulan ke depan.

Para petani berjuang dengan kegagalan panen, kekurangan air dan makanan yang makin jarang untuk hewan mereka. Karena itu pemerintah mengizinkan petani menembak kanguru, yang bersaing dengan ternak mereka mencari rumput.

Kekeringan bukan hal yang jarang terjadi di Australia, namun tahun ini musim dingin di bagian timur dan selatan Australia jauh lebih kering dari yang diperkirakan, dan tidak memberikan banyak air yang dibutuhkan untuk lahan pertanian. Akibatnya para harus menghadapi gagal panen.

Departemen Industri Primer NSW mengatakan, hanya ada curah hujan kurang dari 10 milimeter di wilayah barat, barat laut, dan tengah NSW selama sebulan terakhir. Biro Meteorologi Australia mengatakan, bulan Juli ini adalah yang terkering di Australia sejak 2002.

Kelompok yang paling parah terkena dampak kekeringan adalah petani. Kurangnya makanan untuk hewan telah mengakibatkan petani dipaksa untuk mendatangkan gandum atau jerami dari negara bagian lain. Setiap minggu, petani harus mengeluarkan biaya tambahan sampai ribuan dolar agar ternaknya tidak mati kelaparan. Petani lain harus menembak mati binatang yang kelaparan.

Dari NSW, pertanian menyumbang lebih $ 15 miliar dolar Australia (setara 11,1 miliar dolar AS) atau Rp 15,8 triliun setiap tahun bagi perekonoman nasional. Sektor pertanian mempekerjakan lebih dari 77.000 orang.

Hari Minggu yang lalu (5/8) Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengumumkan paket bantuan senilai 190 juta dolar  Australia atau Rp2 triliun bagi setiap keluarga petani. (dw.com)

Editor : Sotyati

Back to Home