Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 09:26 WIB | Minggu, 01 Februari 2015

NIIS Eksekusi Kenji Goto

Video yang diposting oleh pendukung NIIS di YouTube pada hari Sabtu (24/1), menunjukkan sandera Jepang Kenji Goto memegang sebuah foto yang tampaknya sandera lainnya yang telah dipenggal. (Foto: straitstimes.com)

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM - Islamic State atau Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS/ISIS/IS) pada Sabtu (31/1) mengunggah video eksekusi sandera asal Jepang, Kenji Goto.

Goto dalam video itu mengenakan pakaian oranye dengan posisi tegak dan lututnya menjadi tumpuan.

Seorang pria bertopeng berdiri di sebelahnya dengan pisau terhunus dan menuding pemerintah Jepang bertanggung jawab atas nasib Goto yang dia sebut "dibantai".

Video itu berakhir dengan foto yang menunjukkan Goto telah dieksekusi.

Sang eksekutor, tulis AFP, berbicara dengan aksen Inggris selatan dan ditujukan kepada pemerintah Jepang.

Dia juga berbicara ditujukan kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

"Karena keputusan sembrono anda untuk ambil bagian dalam perang yang tidak akan kalian menangi, pisau ini tidak  hanya membantai Kenji, karena akan berlanjut dengan pembantaian di manapun bangsamu kami temukan. Mimpi buruk Jepang dimulai."

Sementara itu pemerintah Jepang menyatakan kemarahannya setelah video tersebut terbit.

"Kami tidak bisa apa-apa kecuali sangat marah dengan terulangnya aksi teroris yang hina dan keji ini," kata juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga dalam konferensi pers di Tokyo.

"Kami kembali mengutuk keras hal ini," kata Suga.

Pekan lalu IS meluncurkan video yang menampilkan Goto dan sandera lainnya, Haruna Yukawa, tegak berlutut di padang pasir.

Seorang pria bertopeng dengan pisau terhunus mengatakan pemerintah Tokyo punya waktu 72 jam untuk membayar uang tebusan 200 juta dolar agar dua sandera itu selamat.

Saat tenggat waktu terlewati, muncul gambar-gambar yang menunjukkan Yukawa telah dieksekusi. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home