Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 13:31 WIB | Rabu, 02 September 2015

Nur Sodiq Persembahkan Emas, Tapi Tidak Lolos Limit PON 2016

Nur Sodiq Persembahkan Emas, Tapi Tidak Lolos Limit PON 2016
Nur Sodiq (tengah) meraih medali emas di nomor 5.000 meter putra Kejurnas Atletik 2015, dia diapit William Samuel (kanan), dan Acong Tio Purwanto (kiri). (Foto-foto: Prasasta Widiadi).
Nur Sodiq Persembahkan Emas, Tapi Tidak Lolos Limit PON 2016
Suasana perlombaan lari 5.000 meter putra Kejurnas 2015.
Nur Sodiq Persembahkan Emas, Tapi Tidak Lolos Limit PON 2016
Suasana perlombaan lari 5.000 meter putra Kejurnas 2015 yang menggambarkan situasi Nur Sodiq (nomor dada 105) mencoba mengejar Acong Tri Purwanto (nomor 301).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pelari putra 5.000 meter dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Nur Sodiq mengatakan senang dapat meraih medali emas, tetapi dia harus menerima kenyataan gagal lolos Pekan Olah Raga (PON) 2016 karena limit waktu lebih rendah dari yang ditentukan Panitia Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2015.

“Senang (dapat medali emas) tapi kayaknya nggak lolos ke PON, soalnya limit waktu kalah 1 detik yang ditentukan panitia,” kata Sodiq  kepada satuharapan.com setelah upacara penyerahan medali di Kejuaraan Atletik (Kejurnas) hari Rabu (2/9) di Stadion Gelanggang Olah Raga Rawamangun, Jakarta.

Nur Sodiq meraih medali emas dengan catatan waktu tercepat di lomba lari 5.000 meter yakni 15 menit 01,98 detik. Di peringkat kedua menyusul pelari Acong Tio Purwanto asal Jawa Timur, yang memiliki catatan waktu 15 menit 06,78. Peringkat ketiga diduduki William Samuel asal Provinsi Jawa Barat yang meraih catatan waktu 15 menit 25,45 detik.

Buku panduan Panitia Pelaksana Kejurnas Atletik 2015 menetapkan limit waktu untuk lari 5.000 meter putra 15 menit 00,00 detik. “Saya rasa tadi harusnya bisa lebih cepat, cuma nggak mikir saja seberapa cepat saya,” kata dia.

Dari Provinsi DIY, dia menyebut sudah ada Agus Prayogo yang memperkuat tim nasional Atletik Indonesia di SEA Games 2015 di Singapura.

Walau tidak lolos PON 2016, tetapi dia bangga berkontribusi bagi Provinsi DIY, dan setelah selesai Kejurnas Atletik 2015 dia akan tekun berlatih.

“Saya latihan sama Pak Slamet Gianto (pelatih, Red), biasanya saya latihan di lapangan permukaan aspal bukan sintetis seperti ini. Biasanya di Stadion Sultan Agung (stadion sepak bola di Kabupaten Bantul, Red), memutari wilayah Bantul naik turun di Jalan Wonosari,” kata pelari putra asal Bantul tersebut.  

Kejurnas hari kedua Rabu (2/9) sampai dengan hari terakhir Sabtu (5/9)  digelar di Stadion Gelanggang Olah Raga Rawamangun, Jakarta.

Selain 5.000 meter, juga mempertandingkan lari 200 meter putra dan putri, 1.500 meter putra dan putri, 100 meter gawang putri, tolak peluru (7,26 kilogram) putra, tolak peluru junior (6 kilogram), lempar cakram putri, lompat tinggi putra, lompat jauh putra, lontar martil junior (6 kilogram) putra, lontar martil senior (7,26 kilogram) putra.  

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home