Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 10:08 WIB | Kamis, 07 November 2019

OJK: Kualitas Kredit Perbankan Cenderung Memburuk

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana di Jakarta, Rabu (6-11-2019). (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan perbankan untuk mengantisipasi kualitas kredit agar tidak berdampak negatif terhadap industri.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana di Jakarta, Rabu (6/11), mengatakan bahwa kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perbankan masih cukup terjaga tetapi kualitas kredit cenderung memburuk.

"Kami mencatat dan perlu antisipasi sejak dini. Kami melihat NPL gross perbankan 2,6 persen dan NPL net 1,1 persen, itu bagus," katanya.

Akan tetapi, dia mengingatkan jangan lupa bahwa kredit kualitas rendah sudah mencapai 11—12 persen. Artinya, pihaknya sudah harus antisipasi terhadap kualitas kredit.

"Kami harapkan bank-bank mempunyai perhatian lebih terhadap kredit kualitas rendah," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa dalam rangka menjaga kualitas kredit pihaknya akan mengarahkan perbankan untuk berhati-hati dalam menyalurkan kreditnya.

"Harus dilihat sektor-sektor yang perlu didorong untuk terus tumbuh, dan bank mana yang memiliki kapasitas. Artinya, tidak juga semua sektor harus tumbuh, malah nanti bermasalah," ucapnya.

Ia berharap pertumbuhan kredit perbankan sampai dengan akhir tahun ini dapat mencapai 10 persen.

Berdasarkan survei perbankan yang dilaporkan Bank Indonesia (BI) pada Kuartal III 2019, terlihat pesimisme bankir yang memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2019 hanya akan sebesar 9,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau jauh lebih lambat dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit 2018 yang sebesar 12,1 persen.

Survei triwulanan itu menggunakan sampel secara purposif terhadap 40 bank umum yang menguasai pangsa pasar kredit sekitar 80 persen dari total kredit.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran kredit oleh perbankan hingga Agustus 2019 memang masih di satu digit, yakni 8,59 persen (yoy). (Ant)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home