Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:27 WIB | Sabtu, 15 Juli 2017

Orang Indonesia Paling Malas Berjalan Kaki

Sebuah keluarga menggunakan sepeda motor untuk berkeliling di Jakarta. Data ponsel seluruh dunia menunjukkan publik Indonesia paling jarang berjalan kaki.(Foto: bbc.com)

CALIFORNIA, SATUHARAPAN.COM – Menggunakan data menit per menit dari 700.000 orang yang menggunakan Argus, aplikasi pemantau aktivitas pada telepon seluler, para peneliti di Universitas Stanford menyebutkan orang-orang di Hong Kong menempati urutan teratas dalam daftar penduduk paling rajin berjalan kaki. Rata-rata publik Hong Kong berjalan kaki sebanyak 6.880 langkah setiap hari.

Adapun penduduk paling malas sedunia adalah orang Indonesia, yang berada pada posisi terbuncit, dengan mencatat 3.513 langkah per hari.

"Kajian kami menyediakan data dari lebih banyak negara, lebih banyak subjek, dan memantau aktivitas orang setiap hari. Hal ini membuka pintu dalam melakoni sains dengan cara baru dan dalam skala yang lebih besar dari sebelumnya," kata Scott Dep, salah satu peneliti yang merupakan profesor di bidang bioteknik dilansir bbc.com.

Kesenjangan Aktivitas

Para peneliti menemukan adanya kesenjangan di setiap negara antara penduduk yang paling rajin beraktivitas dan paling malas bergerak. Semakin besar kesenjangan itu, semakin besar pula taraf obesitasnya.

Tim Althoff, salah seorang peneliti, mencontohkan Swedia. "Swedia adalah salah satu negara dengan celah tersempit. Swedia juga merupakan negara dengan taraf obesitas terendah," kata Althoff.

Para peneliti terkejut bahwa kesenjangan aktivitas didorong oleh kegiatan berbasis gender.

Di negara seperti Jepang dengan kesenjangan sempit dan taraf obesitas rendah, pria dan perempuan berolahraga sama rajinnya.

Namun, di negara-negara yang kesenjangan aktivitasnya lebar seperti Amerika Serikat dan Arab Saudi, kaum perempuannya menghabiskan waktu lebih sedikit untuk beraktivitas.

"Ketika kesenjangan aktivitas lebar, kegiatan perempuan berkurang jauh lebih dramatis dibandingkan kegiatan pria. Karena itu, keterkaitan dengan obesitas memengaruhi perempuan lebih besar," kata Jure Leskovec, salah satu peneliti.

Subjek lain yang timbul dalam kajian ini adalah infrastruktur.

Data ponsel memperlihatkan kota-kota yang trotoarnya lebih bagus, seperti New York dan San Francisco, penduduknya lebih rajin berjalan kaki dibanding kota-kota yang bertumpu pada kendaraan sebagai wahana berkeliling, seperti Houston dan Memphis.

Editor : Sotyati

Back to Home