Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 09:56 WIB | Senin, 02 Juli 2018

Oregano, Berpotensi Antimikroba

Oregano (Origanum vulgare). (Foto: herbazest.com)

SATUHARAPAN.COM – Pizza atau spaghetti sudah menjadi bagian dari kehidupan urban saat ini, terutama di kalangan anak-anak muda. Hidangan asal Italia ini memiliki cita rasa dan aroma khas, salah satunya karena adanya oregano.

Oregano adalah salah satu bumbu masakan Italia. Selain menambah lezat rasa, oregano juga dapat menambah aroma pada makanan.

Oregano terkenal sebagai bumbu masakan yang memiliki aroma yang khas yang masih berkerabat dengan daun mint. Yang biasa digunakan sebagai rempah adalah daun dan bunga oregano. Saat ini daun oregano kering mudah kita dapatkan di pasar swalayan di Indonesia. 

Oregano (Origanum vulgare) menurut Wikipedia adalah tanaman berbunga dari keluarga mint (Lamiaceae). Tumbuhan ini berasal dari Eurasia Barat dan Barat Daya yang beriklim sedang dan kawasan Mediterania.

Bahan kimia yang memberikan ramuan itu bau yang unik dan menyenangkan adalah thymol, pinene, limonene, carvacrol, ocimene, dan caryophyllene, yang diyakini mengandung antioksidan kuat dan memiliki sifat antibakteri.

Kandungan senyawa penting yang disebut carvacrol yang memiliki sifat antimikroba pada minyak oregano itu ditegaskan dalam medicalnewstoday.com. Ramuan menunjukkan aktivitas antimikroba dalam sejumlah penelitian.

Satu kelompok peneliti menemukan bahwa minyak esensial Origanum vulgare efektif terhadap 41 strain patogen Listeria monocytogenes.

Penelitian dilakukan oleh Prof Vyv Salisbury, Universitas West of England, Bristol, ahli mikrobiologi di Universitas Bristol, dan Phd untuk keahlian bacterial genetics di Royal Post Graduate Medical School, Universitas London, pada tahun 2008. Ia melakukan penelitian biosensor bakteri bioluminesensi, dan meneliti penggunaan medis minyak oregano yang memiliki sifat antibakteri yang kuat. Proyek ini mendapatkan penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2008.

Minyak esensial oregano Himalaya memiliki sifat antibakteri yang kuat yang dapat melindungi superbug rumah sakit, Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA). MRSA adalah kuman staph yang tidak terpengaruh dengan jenis antibiotik yang biasanya menyembuhkan staph.

MRSA dapat menembus jauh ke dalam tubuh, menyebabkan penyakit menular seperti tulang, sendi, darah, katup jantung, dan infeksi paru-paru. Pengujian menunjukkan minyak oregano membunuh MRSA, baik sebagai cairan dan sebagai uap dan aktivitas antimikrobanya tidak berkurang, dengan memanaskan air mendidih.

Pemerian Botani Tanaman Oregano

Oregano atau pot marjoram dengan nama ilmiah Origanum vulgare, dikutip dari Wikipedia, merupakan tanaman yang biasa ditanam di Mediterania dan Asia tengah dan selatan. Tanaman ini memiliki panjang 20-80 cm. Oregano memiliki bunga berwarna ungu dan daun-daun zaitun hijau berbentuk sekop.

Bunganya berbentuk malai dengan beberapa batang bercabang tumbuh dari tangkai pusat, membentuk perbungaan cembung atau datar-puncak terbuka. Mahkota bunga bisa berwarna ungu, merah muda, atau putih bergantung pada spesiesnya.

Bentuk kelopak adalah pokok karakter tumbuhan digunakan untuk membedakan antara spesies Oregano. Oregano memiliki penampilan yang anggun dan bagian tanaman berbunga mengandung kelenjar minyak esensial itu mensekresikan minyak atsiri yang beraroma.

Baik batang dan daun oregano sering ditutupi rambut. Daunnya dapat berbentuk bulat, atau hati dan oval dan mengkilat, dan berbulu. Batang berkayu.Oregano ditanam pada awal musim semi, dengan sinar matahari penuh. Oregano lebih menyukai iklim panas, relatif kering, tetapi juga baik di lingkungan lain.

Kata oregano berasal dari bahasa Spanyol oregano, dari bahasa Latin origanum, dari bahasa Yunani origanon.  

Sejarah dan Cerita Rakyat

Tanaman oregano, dikutip dari herbsociety.org, yang berasal dari Mediterania dan Eurasia, dibudidayakan di Mesir selama lebih dari 3000 tahun. Oregano digunakan orang Yunani kuno sejak zaman dulu, dan telah tumbuh di Inggris sejak abad ke-13.

Beberapa catatan paling awal dikatakan oregano digunakan tahun 1600-1200 SM. Oregano diperkenalkan kepada petani Amerika baru-baru ini pada tahun 1930-an.

Nama oregano, pertama kali digunakan oleh Dokter Yunani Hippocrates (460-370 SM), berasal dari kata Yunani untuk pegunungan, oreos, dan ganeos adalah kecerahan atau kecantikan.

Origanum syriacum (oregano Suriah atau Lebanon), disebut sebagai salah satu tumbuhan yang disebut dalam Alkitab sebagai hisop, khususnya di bagian Perjanjian Lama. Dipercaya sebagai tanaman yang digunakan untuk memercikkan darah domba di tiang pintu Israel selama paskah pada kitab Perjanjian Lama Keluaran 12:22, "Kemudian kamu harus megambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua pintu, seorang pun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi."

Oregano, merupakan rempah-rempah yang penting dan secara luas digunakan dalam masakan Turki, Yunani, Portugis, Spanyol, Amerika Latin, dan Italia.

Daun oregano kering maupun segar biasa ditambahkan pada sup, casseroles, saus, stew, bahan pengisi, telur, minyak zaitun, teh, masakan berbahan dasar tomat, dan pizza. Flavor bunga oregano juga sama dengan daunnya dan dapat digunakan untuk menambahkan aroma dan dekorasi pada salad dan masakan lainnya.

Oregano juga biasa ditambahkan dalam saus tomat, fried vegetable, dan daging panggang. Penggunaan oregano bersama basil (daun kemangi), memberikan karakteristik yang khas pada masakan Italia.

Di Filipina, oregano digunakan pada saat merebus daging sapi untuk mengurangi bau daging dan memberikan rasa pedas (spicy). Oregano berbau harum, rasa sedikit pahit, dan  memberikan efek hangat. Oregano yang bermutu baik memiliki rasa sangat tajam dan dapat membuat lidah hampir mati rasa.

Manfaat Herbal Tanaman Oregano

Menurut Prof Dr Made Astawan, guru besar dan ahli teknologi pangan dan gizi dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, dikutip dari Kompas.com pada 18 Juli 2011, Hippocrates, bapak ilmu kedokteran, sudah menggunakan oregano untuk mencegah infeksi dan mengobati sakit perut serta gangguan pernapasan ringan.

Di Tiongkok, para dokter meresepkan oregano untuk mengusir demam, diare, mual, penyakit kuning, dan gatal kulit. Di Yunani, sejak zaman kuno, daun oregano digunakan untuk mengompres otot yang sakit.

Menurut berbagai penelitian, minyak organik dari Origanum vulgare bersifat antiseptik, antibakteri, antimikroba, antiparasitik, antijamur, antikarsinogenik, antiinflamasi, antioksidan, antimutagenik, dan analgesik. Efek antibakteri itu berkat kemampuannya menembus membran sel dan mengganggu integritasnya.

Hasil penelitian menunjukkan, jika sel bakteri kontak dengan senyawa carvacrol dan thymol pada minyak oregano akan menimbulkan kebocoran membran sel bakteri.Tingkat keasaman di dalam bakteri juga akan naik, sehingga mengganggu metabolisme dan replikasi sel bakteri.

Komponen fenolik (carcravol dan thymol), yang terkandung dalam minyak ini mampu menghambat pertumbuhan, dapat membunuh mikroba merugikan yang menginfeksi manusia.

M Sienkiewicz dan tim dari Zaklad Mikrobiologii Lekarskiej I Sanitarnej, Wydzial Wojskowo-Lekarski, Universitas Medicine Plac Hallera, Lodz, Polandia, meneliti  aktivitas antibakteri dari minyak atsiri oregano terhadap strain klinis Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Hasil eksperimen menunjukkan minyak yang diuji aktif terhadap semua strain klinis dari kedua genus bakteri, tetapi strain Escherichia coli lebih sensitif terhadap minyak yang diuji.

Minyak atsiri dari Origanum heracleoticum L., menghambat pertumbuhan strain klinis Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa dengan patters resistensi yang berbeda. Hasil yang diperoleh akan memungkinkan penyelidikan lebih lanjut menggunakan minyak oregano yang diperoleh dari Origanum heracleoticum L., sebagai solusi antibakteri alternatif yang meningkatkan proses penyembuhan pada infeksi bakteri dan sebagai sarana yang efektif untuk pencegahan perkembangan strain resisten antibiotik.

Penelitian juga dilakukan tim peneliti dari Departemen Farmakologi, Sekolah Kedokteran, Universitas Shahed, Teheran, Iran, dan Pusat Penelitian Psikiatri, Universitas Ilmu Kedokteran Shahid Beheshti, Teheran. Mereka meneliti efek farmakologis Origanum vulgare L., untuk peningkatan plus-labirin dan uji lapangan terbuka pada tikus.

Tanaman obat Origanum vulgare dalam keluarga Lamiaceae banyak digunakan warga Iran untuk pengobatan gangguan pernapasan, gastrointestinal, dan neurologis. Saat ini penelitian dilakukan untuk mengevaluasi efek ansiolitik yang mungkin dari ekstrak air daun dan bunga origanum pada tikus. Hasil penelitian imenunjukkan ekstrak air daun Origanum vulgare dan bunga memiliki efek ansiolitik dan mungkin juga memiliki efek penenang yang potensial.

Penelitian dilakukan Harry G Preuss, MD, MACN CNS, profesor fisiologi dan biofisika Georgetown University Medical Center Amerika Serikat, dan kawan-kawan, untuk menguji minyak oregano pada bakteri Staphylococcus, yang menjadi penyebab  berbagai infeksi berat, dan menjadi semakin resisten terhadap banyak antibiotik.  

Mereka menggabungkan minyak oregano dengan bakteri dalam tabung reaksi, dan membandingkan efek minyak oregano dengan antibiotik standar streptomisin, penisilin, dan vacnomycin. Minyak oregano pada dosis yang relatif rendah ditemukan menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus dalam tabung reaksi seefektif antibiotik standar.

Aspek lain dari penelitian ini meneliti keampuhan minyak oregano dan carvacrol, yang diyakini sebagai komponen antibakteri utama oregano, pada 18 tikus yang terinfeksi bakteri Staphylococcus.

Penelitian di University of West England, juga melaporkan, minyak Origanum vulgare dapat membunuh Methicillin-Resistant Superbug Staphylococcus aureus (MRSA), bahkan ketika diencerkan dengan perbandingan 1.000:1. Minyak oregano kaya akan komponen asam rosmarinat yang berperan sebagai antiradang.

Asam rosmarinat dapat menurunkan jumlah neutrophil (sel darah putih yang membentuk kongesti radang) dan eosinofil (sel darah putih yang menghasilkan spesies oksigen reaktif yang berbahaya, termasuk radikal bebas). Karena itu, minyak oregano dapat digunakan untuk menangani gangguan inflamasi seperti batuk, batuk yang disertai sesak napas, asma, bronkhitis, rheumatoid arthritis, gangguan pencernaan (dispepsia), jerawat. Juga bisa meredakan gigitan serangga dan laba-laba, sakit gigi, nyeri otot, dan sakit gusi.

Editor : Sotyati

Back to Home