Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 13:03 WIB | Rabu, 13 Januari 2016

Organisasi Wartawan Dunia Desak Jokowi Izinkan Wartawan Prancis Masuk RI

Cyril Payen (Foto: thetibetpost.com)

BANGKOK, SATUHARAPAN.COM -  Organisasi wartawan dunia, Reporters Without Borders (RSF), mengutuk langkah pemerintah Indonesia yang menolak memberikan visa kepada wartawan Prancis, Cyril Payen, yang akan mengunjungi Indonesia setelah ia membuat film dokumenter tentang Papua dan disiarkan oleh televisi France 24 Oktober lalu.

RSF dalam pernyataannya yang dilansir lewat laman resminya, en.rsf.org, mengingatkan Presiden Joko Widodo akan janjinya yang untuk mengizinkan wartawan asing mengunjungi Papua.

Cyril Payesn, wartawan televisi France 24, dikenal dengan kekhususan  pada isu-isu Asia Tenggara. Payen diizinkan mengunjungi provinsi paling timur Indonesia itu tahun lalu, setelah mendapatkan semua otoritsasi yang diperlukan sebelum berangkat.

Namun, menurut RSF, duta besar Prancis di Jakarta dipanggil oleh kementerian luar negeri beberapa waktu kemudian, setelah film dokumenter karyanya, Forgotten War of the Papuans, ditayangkan oleh France 24 pada 18 Oktober.

RSF juga mengatakan bahwa pejabat Indonesia di Bangkok pada bulan November 2015 mengatakan kepada Payen bahwa ia sekarang dalam status persona non grata oleh Indonesia. Dan akhirnya, ia diberitahu pekan lalu,  bahwa permintaan visa-nya untuk membuat film dokumenter lainnya di Indonesia telah ditolak.

"Kami sangat mengutuk pelanggaran mencolok terhadap kebebasan media dan tindakan diskriminatif terhadap seorang wartawan independen yang tidak melakukan kejahatan," kata Benjamin Ismaïl, kepala urusan Asia-Pasifik RSF.

Benjamin Ismail menambahkan, pihaknya mendesak Jokowi berpegang pada janjinya untuk membiarkan wartawan asing melakukan pekerjaan mereka tanpa harus takut akan adanya pengawasan, sensor atau pembalasan oleh pihak berwenang.

Reporters Without Borders adalah lembaga nirlaba yang didirikan di Prancis pada tahun 1985 oleh empat wartawan. Lembaga ini memfokuskan diri pada kajian dan riset tentang kebebasan pers di dunia. RSF juga memberikan bantuan materi, finansial dan psikologis bagi wartawan yang akan meliput ke daerah-daerah berbahaya.

Back to Home