Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 17:21 WIB | Selasa, 03 Desember 2019

Pakar: Gereja Harus Antisipasi Pelayanan Kreatif bagi Generasi Milenial

Sidang Sinode GKJ di Magelang, Jateng
Pakar Ekonomi, Prof. Dr. Sri Adiningsih, MSc. (Foto: Ist)

MAGELANG, SATUHARAPAN.COM-Pakar Ekonomi dari Universitas Gajah Mada, Prof. Dr. Sri Adiningsih, MSc, mengatakan bahwa dalam sepuluh tahun ke depan mayoritas penduduk Indonesia adalah warga yang “digital savvy” dan gereja diharapkan untuk mengantisipasi perkembangan teknologi ini, agar tidak ditinggalkan warganya.

Sri Adiningsih mengatakan itu pada hari pertama Sidang Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) di Magelang, Jawa Tengah, hari Senin (2/11). Sidang ini akan berlangsung hingga hari Jumat (6/11) dan dihadiri oleh utusan dari 32 klasis dan lembaga-lembaga lain.

Sidang sinode ini yang merupakan yang ke-28 dan diselenggarakan dengan tema “Hidup bersama dalam keluarga Allah.” Sidang juga dihadiri oleh utusan dari sinode sahabat, termasuk dari Gereja Presbiterian Korea.

Anggota Watimpres ini juga mengatakan bahwa warga muda dari gereja adalah orang-orang yang cerdas dalam teknologi digital, dan memerlukan pendekatan yang berbeda oleh gereja dalam menjalankan tugas terkait transformasi kehidupan manusia di era digital.

Hal ini perlu diantisipasi oleh gereja dengan pelayanan-pelayanan yang dilakukan dengan cara-cara yang kreatif, inovatif dan orisinal.

Sri Adiningsih mengatakan bahwa dari 265 penduduk Indonesia tahun 2018, 31 persen atau 83 juta adalah generasi milenial (usia 20-39 tahun. Dalam sepuluh tahun ke depan akan menjadi sekitar 48 persen, bahkan menjadi mayoritas.

Menurut data survei  oleh ISED (Institute for Social, Economic, and Digital), mayoritas penduduk Indonesia tidak khawatir dengan perkembangan teknologi digital yang begitu cepat (52 persen), di mana sekarang berada pada era 4.0 dan mulai masuk 5.0, bahkan sebagian besar (92 persen) juga berencana untuk memanfaatkannya, kata Sri Sdiningsih yang juga pendiri ISED.

Dia menyebutkan bahwa teknologi digital, terutama kecerdasan buatan, khususnya otomatisasi dalam pekerjaan, akan menggusur sekitar 32 persen pekerjaan di Indonesia. Namun di sisi lain juga akan menciptakan sekitar 46 juta pekerjaan. Namun hal itu hanya akan menjangkau mereka yang berpikir kritis, kreatif, inovatif dan orisinal yang menjadi ciri pekerjaan di era digital.

Dalam akhir pembicaraan, Sri Adiningsih mengatakan bawa era industri 4.0 dan 5.0 yang didominasi oleh teknologi digital akan mempengaruhi kehidupan manusia. Namun manusia juga mempunyai daya adaptif yang akan mengantisipasi revolusi industri itu.

Dalam konteks pelayanan gereja, dia mengatakan bahwa pelayanan kepada warga milenial yang dalam sepuluh tahun ke depan akan menjadi mayoritas, harus dilakukan dengan pendekatan yang kreatif dan inovatif, serta orisinal yang menjadi ciri generasi ini.

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home