Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 12:10 WIB | Selasa, 20 Agustus 2019

Pakar: Salju di Arktika Mengandung Mikroplastik dalam Jumlah Besar

Para ilmuwan yang tergabung dalam Proyek Northwest Passage pimpinan AS mengebor es di Arktika Kanada dalam ekspedisi 18 hari pada Juli dan Agustus 2019. (Foto: Voaindonesia.com/Northwest Passage Project via Reuters)

BERLIN, SATUHARAPAN.COM – Sejumlah ilmuwan mengatakan, mereka mendapati salju di Arktika mengandung partikel mikroplastik dalam jumlah besar.

Hal itu mengindikasikan mikroplastik telah masuk ke dalam atmosfer dan melayang terbawa udara hingga ke pelosok terpencil lain di dunia, kantor berita Associated Press melaporkan, Kamis (15/8) pekan lalu.

Para ilmuwan meneliti salju yang diambil dari sejumlah tempat di Arktika, wilayah utara Jerman, Pegunungan Alpen Bayern dan Swiss, dan Pulau Heligoland di Laut Utara, dengan proses yang khusus dirancang untuk menganalisis sampel salju tersebut di laboratorium.

“Kami memang menduga akan menemukan mikroplastik, tetapi kandungannya yang sangat besar membuat kami terkejut,” kata Melanie Bergmann, peneliti Alfred-Wegener-Institute di Bremerhaven, Jerman.

Penemuan mereka dipublikasikan Rabu (14/8) dalam jurnal Science Advances.

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa partikel mikroplastik yang terbentuk saat material buatan manusia itu terurai menjadi pecahan-pecahan berukuran kurang dari lima milimeter, terkandung dalam udara di Kota Paris di Prancis, Teheran di Iran, dan Dongguan di China.

Studi tersebut membuktikan bahwa fragmen tersebut melayang di udara layaknya debu, serbuk sari, dan partikel halus dari knalpot kendaraan bermotor.

Meski kekhawatiran akan dampak lingkungan mikroplastik terus meningkat belakangan ini, para ilmuwan masih terus memastikan efek apa, jika ada, yang timbul saat partikel tersebut masuk ke dalam tubuh manusia atau makhluk hidup lain.

Bergmann, yang turut serta dalam penelitian tersebut memaparkan, kandungan mikroplastik tertinggi ditemukan di Pegunungan Alpen Bayern. Salah satu sampelnya mengandung 150.000 partikel per 1 liter salju.

Walau sampel serupa di Arktika tidak begitu terkontaminasi, ia berujar kandungan mikroplastik tertinggi ketiga pada sampel yang dianalisis, yakni 14.000 partikel per liter salju, datang dari sebuah gunung es di Selat Fram, timur Greenland.

Rata-rata kandungan partikel yang ditemukan sendiri berjumlah 1.800 partikel per liter dari keseluruhan sampel yang diambil dari wilayah itu.

Martin Wagner, pakar biologi dari Universitas Sains dan Teknologi Norwegia (NTNU) yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan tingginya angka kandungan yang ditemukan bisa jadi terkait dengan metode yang digunakan. Dengan metode tersebut, para peneliti mengidentifikasi mikroplastik sebagai partikel sekecil 11 mikrometer atau 0,011 milimeter, lebih tipis dari tebal sehelai rambut manusia.

“Hasil ini menjadi penting karena banyak penelitian sejauh ini hanya mencari partikel mikroplastik yang lebih besar,” katanya, “Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa kita sangat meremehkan tingkat kandungan mikroplastik yang sebenarnya ada di sekitar kita.”

“Yang paling penting, studi ini membuktikan bahwa perpindahan udara di atmosfer adalah proses pokok yang menyebarkan mikroplastik, kemungkinan dalam jangkauan jauh dan berskala global,” kata Wagner.

“Salju juga bisa jadi tempat utama mengendapnya mikroplastik dan pelepasannya saat salju mencair. Sesuatu yang belum diteliti sebelumnya.”

Bergmann juga membeberkan, mikroplastik yang ditemukan dalam studi tersebut termasuk pernis yang biasa digunakan untuk melapisi mobil dan kapal, karet yang dapat ditemukan pada ban, dan material yang kemungkinan berasal dari tekstil dan kemasan.

Para peneliti menyimpulkan pula, penyebaran partikel mikroplastik di udara sejauh ini selalu diabaikan sebagai salah satu sumber pencemaran, sehingga perlu dipantau dalam skema pengawasan polusi udara yang terstandar.

“Kita harus memahami efek apa yang ditimbulkan mikroplastik pada manusia, apalagi jika terhirup kita,” kata Bergmann. (Voaindonesia.com)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home