Loading...
EKONOMI
Penulis: Eben Ezer Siadari 15:42 WIB | Senin, 20 April 2015

Pakar Singapura: Demokrasi Saja Tidak Jamin Indonesia Maju

Kishore Mahbubani, Dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy (Foto:straitstimes.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Indonesia memiliki ketahanan 'batin' yang telah tampak dalam berbagai krisis keuangan Asia pada masa 1997-98, resesi global tahun 2008 dan berbagai kekacauan ekonomi yang lebih kecil lainnya. Tetapi apa yang dibutuhkan kini untuk terus tumbuh, adalah keterbukaan yang lebih besar dalam perekonomian.

Hal ini dikatakan oleh Kishore Mahbubani, Dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura, dalam World Economic Forum on East Asia (WEFEA) di Jakarta, hari ini (20/4).

"Ketahanan 'batin' itu akan membawa Indonesia ke masa depan tetapi ada bahaya bila itu menjadi rasa puas diri," kata Mahbubani pada asebuah sesi yang bertujuan melihat prospek Indonesia ke depan, yang juga dapat disaksikan langsung secara streaming melalui http://www.weforum.org/events/world-economic-forum-east-asia-2015/programme.  Ia mengatakan hal itu ketika dia ditanya, apakah demokrasi akan cukup untuk menjamin kesuksesan Indonesia.

Menurut dia, pelajaran dari negara demokrasi terbesar di dunia seperti India dan Brasil adalah bahwa demokrasi tidak cukup. India harus menjalani kurva U, berpaling dari sosialisme Nehruvian untuk bisa melangkah ke kancah global. Ada pun Brasil, adalah "tanah masa depan yang belum menyadari potensinya, mungkin karena ketergantungan pada pasar domestik yang besar," tambahnya, sebagaimana dikutip oleh The Straits Times..

"Demokrasi tidak cukup, bukalah ekonomi dan terlibatlah dengan dunia," kata Mahbubani.



Pada 2017, Indonesia diharapkan menjadi ekonomi triliun dolar berikutnya dari Asia, setelah Tiongkok, Jepang, India, Australia dan Korea Selatan, menurut proyeksi ekonom IHS, Rajiv Biswas. Namun, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia telah melambat dari 6,5 persen beberapa tahun yang lalu menjadi sebesar 5,1 persen tahun ini dan meningkat menjadi 5,4 persen tahun depan.

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home